Rabu, 07 Oktober 2015

Pendidikan Anak (Bagian Ke-3)

🏡〰〰👣〰⏳👣〰☔👣〰〰🏡


🍥🍭PENDIDIKAN ANAK🍭🍥
🎯(Bagian Ke-3)

🎀7⃣ Tahap Ketujuh :
Apabila ia makan dari sebuah bejana, maka katakan kepadanya bahwa hendaklah ia makan apa yang ada di dekatnya.

📖 Di dalam Ash-Shahihain, dari hadits Umar bin Abi Salamah رضي الله عنه, ia berkata : “Aku pernah makan, sedangkan tanganku lari ke sana kemari di dalam shafhah (tempat makan), lalu Nabi صلى الله عليه وسلم  pun berkata kepadaku :

يَا غُلاَمُ، سَمِّ اللهَ وَكُلْ بِيَمِيْنِكَ وَكُلْ مِمَّا يَلِيْكَ

“Wahai anak muda, bacalah basmalah, makanlah dengan tangan kananmu dan makanlah apa yang ada di dekatmu”.

🎀8⃣ Tahap Kedelapan :
Biasakanlah ia di dalam kebaikan. Ketika umurnya telah menginjak tujuh tahun, latihlah ia untuk melaksanakan shalat.

📖 Telah berkata Abu Dawud رحمه الله (1/No. 495) :

حَدَّثَنَا مُؤَمَّلُ بْنُ هِشَامٍ، - يَعْنِي الْيَشْكُرِيَّ - حَدَّثَنَا إِسْمَاعِيلُ، عَنْ سَوَّارٍ أَبِي حَمْزَةَ، - قَالَ أَبُو دَاوُدَ وَهُوَ سَوَّارُ بْنُ دَاوُدَ أَبُو حَمْزَةَ الْمُزَنِيُّ الصَّيْرَفِيُّ - عَنْ عَمْرِو بْنِ شُعَيْبٍ، عَنْ أَبِيهِ، عَنْ جَدِّهِ، قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم ‏ "‏ مُرُوا أَوْلاَدَكُمْ بِالصَّلاَةِ وَهُمْ أَبْنَاءُ سَبْعِ سِنِينَ وَاضْرِبُوهُمْ عَلَيْهَا وَهُمْ أَبْنَاءُ عَشْرِ سِنِينَ وَفَرِّقُوا بَيْنَهُمْ فِي الْمَضَاجِعِ

“ Muammal bin Hisyam (Al-Yasykuri) telah menceritakan kepada kami. Isma’il telah menceritakan kepada kami, dari Sawwa Abi Hamzah. Abu Dawud berkata : Ia adalah Sawwar bin Dawud Abu Hamzah Al-Muzani Ash-Shairafi. Dari Amr bin Syu’aib dari ayahnya, dari kakeknya, ia berkata : Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda : “Perintahkan anak-anakmu untuk shalat ketika mereka berumur tujuh tahun dan pukullah mereka jika menolak ketika berumur sepuluh tahun dan pisahkan tempat tidur di antara mereka”.

⇛Hadits ini sanadnya hasan.

📜 Muammal bin Hisyam seorang terpercaya (tsiqah) sedang Isma’il ia adalah Ibu ‘Ulaiyah seorang yang terkenal dan Sawwar ia seorang yang jujur (shaduq), ia punya beberapa kekeliruan sebagaimana dalam At-Taqrib dan haditsnya bisa dijadikan hujjah selama tidak termasuk dari kesalahannya sedang perawi-perawi lainnya telah dikenal.

⇛Hadits ini punya jalan lain dari hadits Sabrah dalam Sunan Abu Dawud No. 494.

🎀9⃣ Tahap Kesembilan :
Memisahkan tempat tidur anak-anak jika telah berumur sepuluh tahun, sebagaimana hadits sebelumnya.

⏪Bersambung...إن شاء الله⏩

👓📕Sumber :
Kitab Nashihatiy Lin-Nisaa' karya Ummu 'Abdillah Al-Wadi'iyyah  حفظها الله

🎀مجموعة روضة الأطفال🎀

Bagi yang ingin mengambil faedah dari postingan RA yang telah lalu, antunna dapat mengunjungi blog kami :

🔗 http://tamananakshalih.blogspot.com/

Pelajaran Kelas 1 : Adab Ke-4

〰〰〰〰〰〰🎒📚📖

بسم الله الرحمن الرحيم

Pelajaran Adab
Kelas : 1 Ibtidaiyyah

〰〰〰〰〰〰〰📝

🌹 Adik-adik yang shalih...
Walhamdulillah Allah سبحانه و تعالى kembali pertemukan kita dalam keadaan sehat wal 'aafiyah.....

💐Baarakallahu fiykum..

✏Kita masih dipembahasan 'Adab Seorang Penuntut Ilmu'.
Pada poin ke :
4⃣. Duduk dengan tenang ketika menghadiri majlis ilmu, mendengarkan penjelasan ustadz dengan sungguh-sungguh , tidak mengantuk dan tidak bergurau dengan teman.

☝🏻 Na'am adik-adik..
Ketika kita berada di majlis perhatikanlah adab ini, karena sungguh begitu mulianya majlis ilmu tersebut, jangan mengganggu saudaramu yang serius mendengarkan ilmu, apabila engkau mengantuk segeralah minta izin untuk berwudhu, karena jika engkau tertidur di majlis selain kurang beradab, engkau akan mendapatkan kerugian dikarenakan terlewatkan dari berbagai faidah ilmu.

🌹Adik-adik hafizhakumullah..
Pendahulu kita para salafush shalih, begitu semangat dan tenang  ketika di majlis ilmu.
Hingga diriwayatkan ketenangan mereka bisa membuat seekor burung akan hinggap di kepala mereka.
Subhaanallah....

5⃣. Memahami pelajaran yang disampaikan oleh ustadz, lalu dihafalkan dengan baik dan benar.

6⃣. Mengulangi pelajaran/ilmu yang telah didapatkan bersama Aby, Ummy dan saudara di rumah.

👍🏽 Adik-adik yang baik...
Demikianlah seharusnya yang kita lakukan apabila kita telah mendapatkan ilmu berusahalah untuk dipahami, jangan malu untuk bertanya bila kesulitan dalam  memahami apa yang disampaikan gurumu, ulang-ulangilah (muraja'ah) agar ilmu semakin lekat dalam benak kita. Ajak orang-orang yang kita sayangi untuk muraja'ah  agar tersebar faidah ilmu yang engkau ketahui dan bisa kita amalkan bersama. Jangan lupa salah satu yang menyebabkan ilmu tidak mudah dilupakan adalah dengan di amalkan. Ilmu akan terasa manfaatnya bagi kita.

☝🏻Bukan sekedar nilai yang bagus kita raih, yang terpenting bagaimana kita mengamalkan ilmu tersebut dalam kehidupan keseharian kita, akan Allah turunkan barakahnya dan yang penting juga luruskan niat, pahala dan surga menanti hamba-hambanya yang beramal sesuai tuntunan Rasul-Nya.

🌷 Rasulullah صلى الله عليه و سلم bersabda:

مَنْ عَمِلَ عَمَلاً لَيْسَ عَلَيْهِ أَمْرُنَا فَهُوَ رَدٌّ.

"Barangsiapa yang mengerjakan satu amalan yang tidak ada  perintah dari kami, maka amalan tersebut tertolak"
( Hadits dari Ummul Mukminin 'Aisyah Radhiyallahu 'anha.
Diriwayatkan oleh Imam Muslim).

☝🏻Inilah pentingnya kita belajar, agar kita mengetahui apa saja yang telah Allah سبحانه و تعالى  syariatkan dalam agama ini, agar tidak tersia-siakan amalan yang kita lakukan.

💪🏼 Nah adik-adik Rahimakumullah...
Dihafalkan ya hadits diatas....

🌂 Semoga Allah سبحانه و تعالى  mudahan kita untuk.memahami pelajaran dan mengamalkannya.
Allahumma aamiin...

🎁 Allahu yubaarik fiykum....

Wallahu a'lamu bishshowab....

📚 Sumber rujukan:
✏. Modul Akhlak kelas 1a.Madrasah Tahfizh Terpadu *As Salafy* Jember.
✏. Arba'un An Nawawiyah.

🎀 مجموعة روضة الأطفال 🎀

🎈Bagi yang ingin mengambil faedah dari postingan RA yang telah lalu, antunna dapat mengunjungi blog kami:

🔗 http://tamananakshalih.blogspot.com/
〰〰〰〰〰〰📚📕✏

Pelajaran TK A : Bahasa Arab Ke-4

✈☀✈☀✈☀✈☀✈☀✈

بسم الله الرحمن الرحيم

✈☀✈☀✈☀✈☀✈☀✈

Pelajaran Bahasa Arab
Untuk TK kelas A

📢 Assalamu'alaikum bunayya..

🔆 Alhamdulillah..Hari ini Allah Subhanahu wa ta'ala masih memberi kenikmatan bagi kita bertemu kembali untuk bersama-sama belajar Bahasa Arab..

👍🏻 Baarakallahu fiik..

📢 Sudah siap yaa bunayya..

Jangan lupa baca Basmallah..

🇸🇦 مُدِيْرُالْمَدْرَسَةِ   Kepala   🇮🇩    Sekolah

🇸🇦 أُسْتَاذَةٌ Guru Perempuan 🇮🇩

🇸🇦 أُسْتَاذٌ    Guru Laki-laki 🇮🇩

🇸🇦 تِلْمِيْذَة ٌMurid Perempuan 🇮🇩

🇸🇦 تِلْمِيْذٌ   Murid Laki-laki 🇮🇩

🇸🇦 فَصْلٌ   Kelas 🇮🇩

👍🏻 Baarakallahu fiik..

InsyaAllah bersambung..
Alhamdulillah telah bertambah kosa kata kita..
Jangan lupa yah..

📑 Metode Pembelajaran :
📌 Muraja'ah pelajaran sebelumnya
📌 Memperkenalkan huruf-huruf hijaiyah dari huruf ا (alif) hingga ي (ya)
📌 Talqin ananda hingga lancar yang di awali dengan ummah menyebutkan bahasa arabnya lalu kemudian ananda mengartikan bahasa Indonesianya
📌 Ummah menyebut dengan bahasa Indonesia lalu ananda mengartikan dalam bahasa Arabnya
📌 Jika ananda lancar jangan lupa memujinya dengan "Baarakallahu fiik.."
📌 Jika ananda terbata-bata atau kurang lancar ucapkanlah "Aslahakallah.."
📌 Melatih ananda menulis huruf hijaiyah di buku (bila memungkinkan telah memiliki buku menulis milik bu Nurani Musta'in yang berjudul "Saya Suka Menulis Huruf Arab" untuk TK)

👍🏻 Baarakallahu fiik

📋 Di susun oleh ummu Suhail Hadju dengan pedoman buku panduan kurikulum Bu Nurani Musta'in.

سبحا نك اللهم وبحمدك أشهد

أن لا إله إلا أنت أستغفرك

وأتوب إليك

🎀مجموعةروضةالأطفال🎀

💾 Bagi yang ingin mengambil faedah dari postingan RA yang telah lalu, antunna dapat mengunjungi blog kami :

💻 http://tamananakshalih.blogspot.com/

Pelajaran TK A : Berbahasa Ke-4

🌴🌴🌴🌴🌴🌴🌴🌴🌴🌴🌴

بسم الله الرحمن الرحيم

📎📎📎📎📎📎📎📎📎📎📎

Pelajaran Berbahasa
Untuk TK kelas A

📌 Assalamualaikum Yaa bunayya..kaifa haalukum..
Alhamdulillaah..

Ayo..saatnya kita belajar mengeja kata per kata yah..

💐 Hari ini kita akan mengeja 1 kata yang terdiri 2 suku kata yang di awali dengan vokal a-i-u Sudah siap..

👍🏻 Baarakallahu fiik..

Kita mulai belajar mengeja serta membaca kata

✏ ma ta   mi si  mu la
✏ na ma   ni la   nu ha
✏ pa ga    pi fi    pu ca
✏ qa li     qi fa    qu hi
✏ ra ni     ri da    ru ji
✏ sa ya    si fa   su si
✏ ta ni    ti ba    tu ga
✏ va ga   vi sa   vu va
✏ wa ra   wi ta   wu hu
✏ xa ra   xi ma   xu ka
✏ ya gi   yi xa    yu yu
✏ za ra   zi ga   zu  mu

👍 Baarakallahu fiik..

Alhamdulillah telah bertambah kosa kata kita..

Latihan :
Menebali garis (latihan ini hanya contoh soal dari ana, ummah bisa mengembangkan sendiri di buku kotak ukuran 2×2 cm

📑 metode pembelajaran :
📌 Muroja'ah huruf abjad A - Z (besar) serta a - z (kecil) untuk pengenalan pada anak
📌 Kembangkanlah tulisan kata - kata di atas di papan tulis atau di selembar kertas
📌 Talqin ananda per kata hingga lancar
📌 Minta ananda membaca sendiri dengan bantuan ummah menunjuk per kata secara acak

📝 Di susun oleh ummu Suhail berdasarkan buku panduan kurikulum milik bu Nurani Musta'in serta beberapa sumber

👍🏻 Baarakallahu fiikum

🎀مجموعةروضةالأطفال🎀

Bagi yang ingin mengambil faedah dari postingan RA yang telah lalu, antunna dapat mengunjungi blog kami:

🔗 http://tamananakshalih.blogspot.com/

Figur Ke-6 : Juwariyah bintu Al-Harits رضي الله عنها

🎀Figur Shalihah Panutan Wanita Shalihah🎀

🌹Inilah dia wahai ibu...
Figur Wanita Shalihah,
Sebaik-baik cermin...
🔎Untuk kita berkaca padanya...

🌅 Figur Ke-6⃣

🌸〰🌸 Juwariyah Bintu Al-Harits رضي الله عنها🌸〰🌸
Kepak Kebebasan Dalam Jalinan Kasih Sayang

 
✏(ditulis oleh: Al-Ustadzah Ummu Abdirrahman bintu Imran حفظها الله )

🌺 Wanita itu memesona setiap pandangan yang menatapnya, berpadu dengan kemuliaan dalam diri seorang wanita bangsawan. Di tengah kegundahan kaumnya, dia berikan pula segenap kebaikan lewat sebuah kebebasan.

🌸🎀Wanita itu bernama Juwairiyah bintu al-Harits bin Abi Dhirar bin Habib bin Judzaimah al-Mushthaliq bin ‘Amr bin Rabi’ah bin Haritsah bin ‘Amr al-Khuza’iyah al-Mushthaliqiyah. Seorang putri pemimpin Bani al-Mushthaliq. Dijalaninya kehidupan rumah tangga bersama putra pamannya, Musafi’ bin Shafwan bin Dzisy Syaqar bin Abis Sarh, hingga saat Musafi’ terbunuh dalam peperangan al-Muraisi’.

🎯 Medan pertempuran al-Muraisi’, diawali oleh usaha al-Harits bin Abi Dhirar yang menghimpun kaumnya untuk memerangi Rasulullah صلى الله عليه وسلم  di Madinah. Sementara sebelum itu, Bani al-Mushthaliq telah berpihak pada musyrikin Quraisy pada peristiwa pertempuran Uhud. Tatkala berita itu sampai kepada Rasulullah صلى الله عليه وسلم , beliau segera mempersiapkan penyerangan terhadap mereka.

💥 Bulan Sya’ban tahun kelima setelah hijrah. Bersama para sahabat, Rasulullah صلى الله عليه وسلم  bertolak hingga tiba di al-Muraisi’, mata air milik Bani al-Mushthaliq. Dengan pertolongan Allah سبحانه وتعالى, kaum muslimin berhasil menyerang mereka saat mereka lengah.

🚩Medan pertempuran al-Muraisi’ membawa kegemilangan bagi kaum muslimin. Kala itu kaum muslimin berhasil membunuh orang-orang Bani Mushthaliq yang memerangi mereka, sementara yang tersisa di antara mereka adalah para wanita dan anak-anak sebagai tawanan. Harta rampasan perang yang berlimpah pun jatuh dalam genggaman kaum muslimin. Rasulullah صلى الله عليه وسلم  membagi-bagikan para tawanan kepada para sahabat. Di antara para wanita yang tertawan, ada Juwairiyah bintu al-Harits. Putri bangsawan kaumnya itu kini jatuh dalam kepemilikan Tsabit bin Qais bin asy-Syammas  رضي الله عنه.

🚧 Kenyataan pahit yang membentang di hadapannya membuat Juwairiyah berusaha melepaskan diri. Dia begitu ingin menggapai kembali kemerdekaan dirinya. Sementara untuk itu, dia harus membayar tebusan. Dia pun melangkah ke hadapan Rasulullah صلى الله عليه وسلم  untuk meminta pertolongan beliau yang mulia.

🔥Saat itu, ‘Aisyah رضي الله عنها melihatnya dari balik pintu kamarnya. Menyaksikan parasnya, ada yang bergejolak dalam hati ‘Aisyah رضي الله عنها. ‘Aisyah berkisah, “Dia adalah wanita cantik yang menawan hati setiap yang memandangnya. Demi Allah, tatkala aku melihatnya dari balik pintu, aku tidak menyukainya. Aku tahu, Rasulullah صلى الله عليه وسلم  akan melihat kecantikan yang ada pada dirinya.”

💦 👣Langkah Juwairiyah berhenti di hadapan Rasulullahصلى الله عليه وسلم . Dia pun berkata, “Wahai Rasulullah, aku adalah Juwairiyah, putri al-Harits pemimpin kaumnya. Aku ditimpa musibah yang engkau sendiri telah mengetahuinya. Aku jatuh ke tangan Tsabit bin Qais atau sepupunya, dan sekarang aku ingin membebaskan diri. Maka ulurkan pertolonganmu untuk memerdekakan diriku.”

🌹🎁 Rasulullah صلى الله عليه وسلم  mengetahui bahwa Bani al-Mushthaliq adalah kaum yang mulia di kalangan Arab. Tentu para wanita mereka merasakan berat berada dalam tawanan kaum muslimin. Layak tentunya mereka mendapat perlakuan yang mulia. Maka usai mendengar penuturan Juwairiyah, Rasulullah صلى الله عليه وسلم  berkata kepadanya, “Apakah engkau mau yang lebih baik daripada itu? Aku bebaskan dirimu, kemudian aku menikah denganmu.” Juwairiyah pun menjawab, “Baiklah, wahai Rasulullah.”

🚪🎀Tercatatlah dalam sejarah perjalanan hidupnya saat itu, tahun kelima setelah hijrah, ketika usianya memasuki dua puluh tahun, Juwairiyah bintu al-Haritsرضي الله عنها memasuki rumah tangga Rasulullahصلى الله عليه وسلم  sebagai salah seorang ibu bagi kaum mukminin.

🔓 Mendengar peristiwa itu, para sahabat yang memiliki tawanan dari kalangan Bani al-Mushthaliq mengatakan, “Tidak pantas kita menawan mereka. Mereka adalah ipar-ipar Rasulullah صلى الله عليه وسلم ". Serta-merta mereka bebaskan seluruh Bani al-Mushthaliq yang ada di tangan mereka. Dengan pernikahan itu, terlepaslah seratus orang keluarga Bani al-Mushthaliq. Perlakuan kaum muslimin yang demikian memuliakan Bani al-Mushthaliq yang tertawan menyebabkan mereka masuk Islam, hingga ‘Aisyah رضي الله عنها menyatakan, “Aku tidak pernah mengetahui seorang wanita yang paling besar berkahnya bagi kaumnya selain Juwairiyah.”

🌈 Inilah kemuliaan yang disandangnya. Terlebih lagi setelah berdampingan dengan Rasulullah صلى الله عليه وسلم . Dia mendapatkan curahan ilmu dari suaminya yang mulia, di antaranya berkaitan dengan peristiwa yang terjadi pada dirinya.

🏡 Pada suatu hari Jum’at, Rasulullah صلى الله عليه وسلم  mengunjungi Juwairiyah رضي الله عنها. Kala itu, dia sedang berpuasa. Rasulullah صلى الله عليه وسلم  bertanya kepadanya, “Apakah engkau berpuasa kemarin?” Juwairiyah mengatakan, “Tidak, wahai Rasulullah.” Kembali beliau bertanya, “Apakah engkau ingin berpuasa esok hari?” Juwairiyah pun menjawab, “Tidak.” Mendengar itu, beliau mengatakan, “Kalau demikian, berbukalah!”

📜Gambaran kehidupan yang diwarnai pengajaran dari seorang suami yang mulia, hingga riwayat Juwairiyahرضي الله عنها menghiasi catatan orang-orang yang pernah mengambil ilmu darinya.

☁☔ Kemuliaan itu terus menemani dirinya hingga tiba saat dia harus kembali kepada Rabb-nya, tahun kelima puluh setelah hijrah. Tampak Marwan bin al-Hakam رضي الله عنه  di antara orang-orang yang berdiri menshalatinya. Wanita mulia itu telah tiada.

🌸 Juwairiyah bintu al-Harits, semoga Allah سبحانه وتعالى meridhainya….

📚 Sumber Bacaan :
➲Al-Ishabah, al-Hafizh Ibnu Hajar al-‘Asqalani (7/565—566)
➲ Al-Isti’ab, al-Imam Ibnu ‘Abdil Barr (4/1804—1805)
➲ Fathul Bari, al-Hafizh Ibnu Hajar al-‘Asqalani (4/273)
➲ Nurul Yaqin, Muhammad al-Khudhari (hlm. 121—122)
➲ Siyar a’lamin Nubala, al-Imam adz-Dzahabi (2/261—265)
➲ Shahih as-Sirah an-Nabawiyyah, Ibrahim al-‘Aly (hlm. 245—251)
➲ Tahdzibul Kamal, al-Imam al-Mizzi (35/145—146)

http://asysyariah.com/juwariyah-bintu-al-harits-kepak-kebebasan-dalam-jalinan-kasih-sayang/

🎀مجموعة روضة الأطفال🎀

Bagi yang ingin mengambil faedah dari postingan RA yang telah lalu, antunna dapat mengunjungi blog kami :

🔗 http://tamananakshalih.blogspot.com/

Figur Ke-7 : Maimunah bintu Al Harits رضي الله عنها

🎀Figur Shalihah Panutan Wanita Shalihah🎀

🌹Inilah dia wahai ibu...
Figur Wanita Shalihah,
Sebaik-baik cermin...
🔎Untuk kita berkaca padanya...

🌅 Figur Ke-7⃣

🌸〰🌸 Maimunah bintu Al Harits رضي الله عنها 🌸〰🌸
☔Anugrah Cinta Dalam Asa

 
✏(ditulis oleh : Al-Ustadzah Ummu Abdirrahman Anisah bintu ‘Imran حفظها الله )

 
🍃🍂 Untuk apakah kiranya rentang usia bila bukan untuk kemuliaan ? Berita kedatangan Khairul Anam di tanah kelahirannya dalam nuansa kemenangan Khaibar disambut oleh seorang wanita mulia dengan sarat harapan. Ingin menyatakan ketundukannya pada Rabbnya, ingin berdamping hidup dengan Rasul-Nya…

⛺Gema kemenangan pasukan kaum muslimin setelah merebut Khaibar terasa di Madinah. Tak selang berapa lama, pada bulan Dzulqa’dah tahun ketujuh setelah hijrah, Rasulullah صلى الله عليه وسلم disertai para shahabat bersiap untuk menunaikan umrah qadha yang sempat tertunda setahun lamanya dengan adanya perjanjian Hudaibiyah. Kaum muslimin bermaksud menetap di Makkah, negeri yang mereka rindukan, selama tiga hari.

🌙 Berangkatlah Rasulullah صلى الله عليه وسلم ke negeri Makkah. Sementara di sana, ada seorang wanita mulia yang hendak menyongsong turunnya kebaikan dari sisi Rabbnya.

🌺 Wanita itu bernama Maimunah bintu Al-Harits bin Hazn bin Jabir bin Al-Hazm bin Ruwaibah bin Abdullah bin Hilal bin ‘Amir bin Sha’sha’ah bin Mu’awiyah bin Bakr bin Hawazin bin Manshur bin ‘Ikrimah bin Hafshah bin Qais Ailan bin Mudlar Al-Hilaliyah رضي الله عنها. Ibunya bernama Hindun bintu ‘Auf bin Zuhair bin Al-Harits.

💐 Saudara-saudara perempuannya adalah wanita-wanita yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya, para ibu shahabat yang mulia. Di antara mereka ada Ummul Fadhl Lubabah Al-Kubra bintu Al-Harits رضي الله عنها, istri Al-’Abbas bin Abdul Muththalib رضي الله عنه, ibu Abdullah bin ‘Abbas رضي الله عنهما. Juga Lubabah Ash-Shughra bintu Al-Harits رضي الله عنها, istri Al-Walid bin Al-Mughirah, yang melahirkan Pedang Allah, Khalid ibnul Walid رضي الله عنه. Demikian pula saudaranya seibu, Asma bintu Umaisرضي الله عنها, istri Ja’far bin Abi Thalib رضي الله عنه, kemudian sepeninggal Ja’far رضي الله عنه menikah dengan Abu Bakr Ash-Shiddiq رضي الله عنه, dan disusul pernikahannya dengan ‘Ali bin Abi Thalib رضي الله عنه setelah Abu Bakr رضي الله عنه wafat.

🌵 Sebelum masa kedatangan Islam, Maimunah yang kala itu masih bernama Barrah disunting oleh Mas’ud bin ‘Amr bin ‘Umair Ats-Tsaqafi. Namun perjalanan dua insan ini tak bertahan lama, karena harus berakhir dengan perceraian. Kemudian Maimunah menjalin ikatan pernikahan dengan Abu Rahm bin Abdil ‘Uzza. Namun, jalinan ini pun harus terurai karena Abu Rahm meninggal.

🇸🇦 🌴 Maimunah pun menjalani kesendiriannya di negeri Makkah. Dia berada di antara kaum muslimin yang menyembunyikan keimanan dalam jiwanya. Betapa inginnya Maimunah saat itu untuk mendapatkan kemuliaan sebagai salah satu di antara ibu-ibu kaum mukminin. Keinginannya pun terungkap di hadapan saudarinya, Ummul Fadhl رضي الله عنها, yang segera menyampaikan kepada suaminya, Al-‘Abbas رضي الله عنه.

✅ Al-’Abbas pun menyampaikan keinginan Maimunah kepada Rasulullah صلى الله عليه وسلم  . Dikatakan kepada Rasulullah صلى الله عليه وسلم , “Sesungguhnya Maimunah telah menjanda. Apakah engkau suka bila kunikahkan engkau dengannya?” Rasulullah صلى الله عليه وسلم   menyambut keinginan itu.

🎀 Dalam perjalanannya ke negeri Makkah, Rasulullah mengutus Ja’far bin Abi Thalib رضي الله عنه yang kala itu baru kembali dari hijrahnya ke Habasyah bersama kaum muslimin untuk mendahului beliau memasuki Makkah. Melalui Ja’far bin Abi Thalib رضي الله عنه, Rasulullah صلى الله عليه وسلمmenyampaikan pinangan beliau terhadap Maimunahرضي الله عنها. Maimunah pun menyerahkan urusan pernikahan ini kepada Al-‘Abbas رضي الله عنه.

🎁 Pada tahun itu, Al-’Abbas menikahkan Maimunahرضي الله عنها dengan Rasulullah صلى الله عليه وسلم, dengan mahar 500 dirham. Maimunah رضي الله عنها akhirnya meninggalkan kesendiriannya, memasuki gerbang rumah tangga bersama seseorang yang teramat mulia, Rasulullah صلى الله عليه وسلم. Dialah wanita terakhir yang memasuki perjalanan rumah tangga Rasulullah صلى الله عليه وسلم  .

💥 Namun, waktu berjalan begitu cepat. Setelah tiga hari berlalu, Suhail bin ‘Amr bersama serombongan penduduk Makkah mendatangi Rasulullah صلى الله عليه وسلم   seraya berkata, “Wahai Muhammad ! Cepat keluar dari sini! Ini adalah hari terakhir bagimu”. Mendengar ucapan itu, Rasulullah صلى الله عليه وسلم   berkata, “Biarkan aku sejenak di sini agar aku bisa bermalam dengan istriku. Aku akan membuat makanan untuk menjamu kalian”. Namun Suhail bin ‘Amr segera menukas, “Tidak!”

⛺ Akhirnya Rasulullah صلى الله عليه وسلم   membawa serta Maimunah رضي الله عنها keluar dari negeri Makkah untuk kembali ke Madinah. Tiba di Sarf, sekitar 10 mil dari kota Makkah, beliau pun singgah. Di sana, di tenda Maimunah, beliau bermalam pengantin bersama Maimunah رضي الله عنها.

📚 Wanita mulia yang menginginkan kemuliaan. Dari kehidupan rumah tangganya, dia menimba banyak faidah dari suami tercinta. Betapa banyak deretan nama yang mengambil riwayat darinya, hingga tertulislah namanya menghiasi berbagai kitab yang merangkum hadits yang mulia.

☔ 🍃 Duhai, tibalah saat wanita mulia ini harus kembali kepada Rabbnya, meninggalkan keharuman kenangan akan segenap kebaikan. Nampak di antara orang-orang yang menshalati jenazahnya, Abdullah bin ‘Abbas رضي الله عنهما. Kala itu, Abdullah bin ‘Abbas رضي الله عنهما berpesan, “Kalau kalian mengangkat jenazahnya, hendaknya kalian berlemah lembut dan jangan menggoncangkannya, karena dia adalah ibu kalian”.

👣 Dibawalah Maimunah رضي الله عنها di atas pundak orang-orang yang mengusungnya atas perintah Ibnu ‘Abbas رضي الله عنهما. Lalu Ibnu ‘Abbas bersama kemenakan Maimunah رضي الله عنها yang lain, Yazid bin Al-Asham dan Abdullah bin Syaddad, disertai ‘Ubaidullah Al-Khaulani, seorang yatim yang ada di rumah Maimunah رضي الله عنها masuk ke dalam kubur Maimunah untuk meletakkan jenazahnya.

💦Pada tahun ke-51 setelah hijrah itu, Maimunah bintu Al-Harits رضي الله عنها meninggalkan kaum muslimin untuk selama-lamanya. Dia dikuburkan di Sarf, di tempat malam pengantinnya yang penuh kenangan bersama Rasulullah صلى الله عليه وسلم  .

🌾 Duhai, inilah saat berakhirnya catatan kehidupan seorang wanita mulia yang begitu berkesan, hingga ‘Aisyah رضي الله عنها pun mengatakan, “Telah pergi seorang yang paling takwa di antara kami, dan paling senang menyambung hubungan kasih sayang”.

🌸 Maimunah bintu Al-Harits, semoga Allah meridhainya…

Wallahu ta’ala a’lamu bish-shawab.

 

📚 Sumber bacaan :

➲Al-Ishabah, karya Al-Hafidz Ibnu Hajar Al-’Asqalani (8/126-128)
➲Al-Isti’ab, karya Al-Imam Ibnu Abdil Barr (4/1914-1918)
➲Siyar A’lamin Nubala, karya Al-Imam Adz-Dzahabi (2/238-245)
➲Tahdzibul Kamal, karya Al-Imam Al-Mizzi (35/312)
➲Thabaqatul Kubra, karya  Al-Imam Ibnu Sa’d (8/132-137)

💻 http://asysyariah.com/maimunah-bintu-al-harits-anugrah-cinta-dalam-asa/

🎀مجموعة روضة الأطفال🎀

Bagi yang ingin mengambil faedah dari postingan RA yang telah lalu, antunna dapat mengunjungi blog kami :

🔗 http://tamananakshalih.blogspot.com/

Resep Es Krim Pelangi

🍰🍓🍰🍓🍰🍓🍰🍓

🍥👍🏼"Ummii pintar memasak,
Aku suka!! Subhanallaah...👍🏼🍥

Baarokallahufyk Ummah...

Hari ini kami ingin berbagi resep kudapan kesukaan anak-anak... Es Krim !
Sangat pas untuk disajikan dalam cuaca panas seperti sekarang ini...

🍦🌈 Es Krim Pelangi 🍦🌈

🍯 Bahan :

~ SP 1 sdm
~ Tepung maizena 5 sdm, dicairkan dulu
~ Gula pasir 5 sdm
~ Susu kental manis 1 kaleng
~ Air 5 1/2 kaleng bekas susu kental manis
~ Sedikit garam
🍒🍇Essens buah, seperti leci strawberry coklat bubuk, dll atau sari buah asli (bisa menggunakan air perasan buah semisal strawberry 🍓, jeruk 🍊, melon 🍈, dll)

🍦Cara Membuat :

1⃣ Semua bahan dimasak sambil diaduk-aduk terus supaya tepung maizena tidak menggumpal.

2⃣ Setelah meletup-letup angkat, pindahkan ke wadah, dinginkan.

3⃣ Setelah dingin masukan freezer.

4⃣ Setelah agak beku, dimixer dengan speed tinggi.

5⃣ Masukan SP setelah mengembang, bagi dalam 2 atau 3 tempat.

6⃣ Masukan essens/sari buah, mixer lagi sebentar.

8⃣ Masukan ke cup, siap dibekukan. Untuk warna awal cup-nya dimiringkan sedikit agar ketika warna lain dituangkan akan terlihat indah.

📌 SP (ditim terlebih dahulu) bisa cara dengan dimasukkan magic jar, jika sudah cair baru dimasukkan adonan.
⚠ SP tidak diberi air yaa, masukkan saja ke adonan lain.
🔵 SP bisa dibeli di toko bahan kue, biasanya sudah dilengkapi dengan wadah.

✏Catatan :

⬇⬇ Piping bag lihat gambar.
✅ Tanpa piping bag juga bisa dengan sendok makan.
✅ Tanpa cup juga bisa, langsung saja dimasukkan wadah, tutup rapat, masukkan ke freezer.
🍨🍧Jika ingin disajikan, tinggal ambil dengan sendok es krim atau sendok biasa.

📌📌Untuk yang santan bisa menggunakan santan asli yakni dengan mengambil sari pati santan (kani) dari buah kelapa asli sebanyak yang diinginkan resep (150ml).

❗Jangan lupa dicicipi, jika kurang manis bisa ditambahkan gula pada saat proses perebusan.

🔜 🍧Untuk versi es krim tanpa SP tunggu resep "Ummi" di Raudhatul Athfal selanjutnya yaaa... In syaa Allah

💻 Sumber :
http://dapur-ummuabdillah.blogspot.com

🎀مجموعة روضة الأطفال🎀

Bagi yang ingin mengambil faedah dari postingan RA yang telah lalu, antunna dapat mengunjungi blog kami :

🔗 http://tamananakshalih.blogspot.com/