Tampilkan postingan dengan label Psikologi Anak. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Psikologi Anak. Tampilkan semua postingan

Selasa, 25 Agustus 2015

Tips Mengenal Ciri-ciri Anak Pengguna Narkoba


بسم الله الرحمن الرحيم

Selasa, 10 dzulqo'dah 1436 H / 25 Agustus 2015

〰〰🌸〰🌸〰🌸〰〰
⚠Tips Mengenal Ciri-ciri Anak Pengguna Narkoba⚠


📈Peredaran dan penyalahgunaan narkoba dikalangan anak-anak, pelajar hingga remaja terus meningkat. Tentu saja fenomena ini merupakan mimpi buruk bagi orangtua. Masa depan berantakan atau nyawa melayang bisa menjadi taruhannya. Terkadang orang tua tak sadar anaknya terkena narkoba. Lantas bagaimana ciri-ciri anak terjerat narkoba?

⚠Narkoba atau Napza yang berarti narkotika, psikotropika dan zat aditif merupakan zat yang sangat berbahaya bagi kesehatan tubuh. Selain menimbulkan kecanduan, efek jangka panjang penggunaan narkoba bisa menyebabkan berbagai macam penyakit mematikan seperti ginjal, lever, paru-paru dan jantung. Bahkan dampak dari narkoba ini secara berlebihan bisa menyebabkan kematian.
˚˚˚˚˚˚˚˚˚˚˚˚˚˚˚˚˚˚˚˚˚˚˚˚˚˚˚˚˚˚˚˚˚🍃

⚠Adapun beberapa macam narkoba yang sering digunakan oleh pemakai narkoba diantaranya :

💊Depresan.
Contohnya morfin, heroin dan putaw.
☝Bahan narkoba jenis ini bisa menekan system-sistem saraf pusat sehingga pemakai akan merasakan ketenangan sesaat atau tertidur serta tak sadarkan diri.

💊Stimulant.
Contohnya kafein, kokain, amphetamine, sabu-sabu dan ekstasi.
☝Narkoba jenis ini berkerja secara cepat untuk merangsang fungsi tubuh dan meningkatkan kegairahan yang tinggi.

💊Halusinogen.
Contohnya mariyuanan, ganja dan LSD (lysergic Acid Diethylamide).
☝Narkoba jenis ini bisa mengubah daya persepsi atau mengakibatkan halusinasi. Pemakai akan merasakan ketenangan luar biasa dilanjutkan dengan imajinasi tinggi yang bisa mengakibatkan perilaku tidak wajar.
˚˚˚˚˚˚˚˚˚˚˚˚˚˚˚˚˚˚˚˚˚˚˚˚˚˚˚˚˚˚˚˚˚🍃

⚠Selain itu ada beberapa faktor yang menyebabkan seorang remaja terlibat penyalahgunakan narkoba, diantaranya adalah :

➖Faktor stress.
☝Anak-anak bisa mengalami depresi jika mendapatkan tekanan yang bertubi-tubi.
Terkadang orangtua tidak mempedulikan keinginan melakukan apa yang disukai seorang anak.
Apalagi jika orangtua terlalu sibuk dengan pekerjaan dan urusan pribadinya.
Situasi inilah yang membuat anak lari menggunakan narkoba untuk mencari ketenangan sesaat.

➖Teman pergaulan.
☝Hasrat seorang anak yang selalu ingin tahu dan mencoba hal-hal baru ditambah lingkungan pergaulan yang sudah lebih dulu menggunakan narkoba biasa membuat mereka ikut terjerumus.
˚˚˚˚˚˚˚˚˚˚˚˚˚˚˚˚˚˚˚˚˚˚˚˚˚˚˚˚˚˚˚˚˚🍃

Seringkali orangtua tidak menyadari anaknya terlibat penyalahgunaan narkoba. Mereka biasanya baru sadar jika anak mengalami over dosis.
✅Sebagai orang tua, upaya pencegahan masih bisa dilakukan salah satunya dengan mengenali sejak dini penyalahgunaan narkoba pada anak.

⚠Seperti apa gejalanya? 👉Dijelaskan A. Kasandra Putranto, psikolog dari Kasandra Associates Jakarta, ada beberapa ciri fisik dan perilaku yang bisa dilihat jika anak sudah terlibat penyalahgunaan narkoba.

※Berikut ini sebagian dari ciri-cirinya :
➖Mata merah.
➖Bau badan khas atau menyengat.
➖Pernapasan cepat seperti setelah berolahraga.
➖Sering tidur, bermalas-malasan sepanjang hari atau sebaliknya.
➖Perubahan perilaku makan dan minum.
Mereka bisa menjadi seseorang yang tidak menyukai makan atau makan secara berlebih.
➖Menjadi pribadi emosional dan sensitive.
Pemakai narkoba lebih cepat tersinggung.
➖Kekacauan cara berpikir.
➖Kebutuhan uang bertambah untuk membayar sesuatu.
˚˚˚˚˚˚˚˚˚˚˚˚˚˚˚˚˚˚˚˚˚˚˚˚˚˚˚˚˚˚˚˚˚🍃

⚠Bagaiman mengatasi
jika buah hati tercinta sudah terjerat dalam penyalahgunaan narkoba?
👉 Anda tak perlu bersikap tertutup. Sebaiknya hubungi orang yang ahli di bidang upaya penanggulangan narkoba seperti dokter, konselor dan praktisi narkoba. Selain itu pengobatan detoksifikasi untuk menghentikan kecanduan narkoba harus dilakukan agar zat yang membahayakan tubuh bisa dibersihkan secara bertahap.
Meskipun demikian, pepatah lebih baik mencegah daripada mengobati sangat tepat diterapkan untuk mencegah anak terlibat penyalahgunaan narkoba.
✅Peran serta orang tua di rumah diharapkan menjadi pondasi utama membentuk kepribadian seorang anak. Orang tua wajib memberikan pengetahuan dan bahaya dari penggunaan narkoba sedini mungkin terhadap anak-anaknya. Sehingga tanpa dilarang atau diberi ancaman, mereka akan menyadari bahaya yang akan terjadi di kehidupannya baik di masa sekarang ataupun di masa yang akan datang.

➖⚠➖
Sumber : BNN (Badan Narkotika Nasional)


🍯Majmu'ah BIKUM🍯

Dampak Buruk Sering Marah dan Membentak Anak

💡 Info Psikologis:

〰📢〰📢〰📢〰

DAMPAK BURUK SERING MARAH  dan MEMBENTAK ANAK
        〰🔇🔇🔇〰

💧Apakah Antuna suka marah  dan membentak pada anak?

Wahai Ummah, ketahuilah, sebaik-baik teladan adalah Rasulullah صلى الله عليه وسلم. Dalam segala aspek kehidupan. Termasuk dalam hal mendidik anak.

Sekian banyak kitab-kitab ulama membahas mengenai tarbiyah aulad-pendidikan anak-.

Maka kita wajib mengilmuinya terutama Bagi kita yang telah menyandang gelar "orang tua".

⚠Dan artikel Psikologis berikut sama sekali tidak ditujukan untuk mengesampingkan sebaik-baik ajaran yakni - Islam 'ala fahmi salafyl ummah-

〰Akan tetapi, dengan ini penulis harapkan dapat menjadi ilmu tambahan bagi ummahat -khususnya- agar termotivasi lagi untuk menghindari membentak atau pun marah-marah.

🌙Dan inilah hasungan syariat untuk meninggalkan akhlak tercela tersebut:

➖🌹➖🌹➖🌹➖


عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ أَنَّ رَجُلاً قَالَ لِلنَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: أَوْصِنِي،

 قَالَ: لاَ تَغْضَبْ فَرَدَّدَ مِرَاراً،
قَالَ: لاَ تَغْضَبْ

((رواه البخاري))

[Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, bahwa ada seorang laki-laki berkata kepada Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam:

“Berilah wasiat kepadaku”. Sabda Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam:

 “Janganlah engkau marah”.
Maka diulanginya permintaan itu beberapa kali. Sabda beliau:

 “Janganlah engkau marah”.

(HR. al-Bukhari)
➖🌹➖🌹➖🌹➖

Dan membentak itu identik dengan amarah. Bagi sebagian orang- terutama yang bertipe temperamental-maka jika marah, cenderung lisan dekat sekali dengan membentak.

❌Subhaanallah, Dari segi syariat maka telah jelas marah-marah Dan membentak itu merupakan akhlak tercela.

🔎Adapun Dari segi Psikologis, tahukah Anda bahwa :
"sering memarahi anak dengan membentaknya juga termasuk dalam bentuk kekerasan verbal yang bisa memengaruhi psikis anak"

Seorang psikolog  anak dan remaja Ratih Zulhaqqi, M.Psi mengutarakan bahwa

"Terbiasa dimarahi dan dibentak, apalagi anak pada dasarnya tidak merasa mendapat kekerasan karena hal itu dilakukan orang terdekat seperti orang tua atau saudara, terbentuklah pemikiran bahwa membentak, memukul dan tindak kekerasan lain adalah bentuk kasih sayang,"

🌾Aduhai,
Alangkah berdosanya kita, jika membiasakan marah-marah Dan membentak pada putra/i kita. Disamping jelas  melanggar syariat yang mulia ini, ternyata secara Psikologis dampaknya :

❌Disadari atau tidak,kebiasaan  membentak anak sama dengan menanamkan persepsi pada buah hati kita bahwa itu adalah sebuah bentuk kasih sayang.
Na'udzubillah.

❌Selain hal diatas, kebiasaan MARAH dan membentak anak dapat berakibat sbb:

Akibatnya;
1⃣Anak akan meniru hal tersebut dalam kesehariannya.

2⃣Dia jadi mudah marah, sulit mengendalikan, emosi, dan suka teriak-teriak.

3⃣ Anak bisa jadi selalu cemas, merasa tidak aman, tidak nyaman

4⃣Anak menjadi tidak percaya diri dan tidak bisa memposisikan dirinya dengan tepat,

Itu masih 4 poin,
إنّا لله و إّنا إليه راجعون...

Mungkin ada sekian poin dampak negatif lain dalam ilmu Psikologi.

Wahai Ummah....
Setidaknya yang 4 ini saja sudah membuat hati kita terpanggil untuk menyudahi kebiasaan jelek dalam mendidik selama ini.

🌹Adapun yang sudah diberi taufiq-Nya selalu sabar dalam mendidik anak-anak, bisa menahan emosi, amarah Dan meninggalkan membentak-bentak ..maka bersyukurlah Anda...
Sungguh Nikmat yang luar biasa karena disana ada makhluk Allah yang dilahirkan dengan watak temperamental -MUDAH marah, membentak bahkan memukul-

Na'udzubillah...

Sebelum menyudahi tulisan ini ana ingin mengajak Antuna untuk  merenungi ucapan Ulama Salaf berikut:

💎‘Umar bin Abdul ‘Aziz t berkata:
 “Telah beruntung orang yang dijaga dari hawa nafsu, kemarahan, dan ketamakan.”

💎Ja’far bin Muhammad  berkata:
“Kemarahan itu adalah kunci dari segala macam kejelekan.”

💎Dikatakan kepada Ibnul Mubarak:
“Himpunkanlah untuk kami akhlak-akhlak yang baik dalam satu kata!”
Beliau mengatakan: “Meninggalkan marah.”

(Jami’ul ‘Ulum Wal Hikam, hal. 372, 379)

💎Ibnul Qayyim  berkata:
“Kemarahan itu membinasakan. Dia merusak akal sebagaimana khamr dapat menghilangkan kesadaran.”

(An-Nubadz fi Adabi Thalabil ‘Ilmi hal. 155)

🌸 Akhir kata,
Sungguh tak ada kebaikan sama sekali pada amarah yg didasari emosi belaka.

Maka sebagai ibu,
Sudah menjadi kemestian untuk berSABAR.
Menghadapi anak-anak, yang itu adalah amanah dari Allah dengan sebaik-baik akhlak.
Ingatlah: "Ibu adalah sekolah pertama"



🏡Darimu kami belajar Ibu..
Kami ingin menjadi anak shalih Dan shalihah, maka didiklah Kami dengan akhlak mulia...


بارك الله فيكم..
الحمد لله..
Semoga tulisan ini menjadi pengingat untuk penulis secara pribadi.
Kita memohon Hidayah Dan  taufiq-Nya...

أختكن في الله
أم عبد الله ناجية

📚sumber bacaan:

http://asysyariah.com/marah/
http://m.detik.com/health/read/2014/07/23/171510/2646327/1301/sering-membentak-anak-saat-marah-ini-dampak-negatifnya-bagi-psikis-anak

Metode Pendidikan Anak Dalam Bentuk Hukuman (Bagian 3)

Metode pendidikan anak dalam bentuk hukuman.3⃣
*****************


🌷 Metedo lain yang dapat  diterapkan tatkala buah hati kita melakukan kesalahan adalah memaafkan.

☝Memaafkan kesalahan anak lebih baik daripada menghukum anak.
( Faidah dari syaikhah
Ummu Abdillah Zainab Hafizhahullah).

👉 Lihatlah bagaimana perlakuan Rasulullah shalallahu 'alaihi wa sallam kepada sahabat Anas bin Malik Radhiyallahu 'anhu semasa beliau kecil menjadi khadim Radulullah Shalallahu 'alaihi wa sallam,
Selama 10 tahun bersama Rasulullah tidak sekalipun Anas bin Malik mendapatkan Rasulullah marah disebabkan kesalahan yg dilakukannya.

👋 Betapa indahnya syariat ini...
Anak yg melakukan pelanggaran Syariat ( Sholat) setelah berusia 10 tahun baru medapatkan pukulan itupun bukan pukulan yg menyakitkan anak.

☝Lalu bagaimana dengan kesalahan yg buah hati kita lakukan berupa kenakalan yang wajar dilakukan  anak kecil,
Apakah pantas mereka mendapatkan kecaman bahkan hukuman?

👐Semoga Allah mengaruniakan kita anak yg sholih, yang bukan hanya didunia kita menikmati bakti mereka, akan tetapi di akhirat kelak mereka akan memberikan syafaat buat kita yang sarat akan lalai dan dosa-dosa ini...

و الذين يقولون ربنا هب لنا من أزواجنا  و ذريتنا قرة أعين واجعلنا للمتقين إماما

ربنا هب لبا من لدنك ذرية طيبا...

ربنا هب لنا من الصالحين.

📬 Faidah dari Tausiyyah Ustadzah Ummu Ubaidillah Hafizhahallah.( mudhirah Tahfizh Putri mahad darus salaf pendem sragen) kepada pengurus dan Pengajar. Awal ajaran baru
Pada tanggal 10 syawal 1436 H/ 27 juli 2015.
Dengan beberapa tambahan.

Metode Pendidikan Anak Dalam Bentuk Hukuman (Bagian 2)

🌾🌷🌷🌾🌷🌷

Metode pendidikan anak dalam bentuk hukuman.2⃣
*****************


🌷 Metode lain yang bisa kita terapkan pada buah hati kita ketika melakukan kesalahan adalah:

🎈Berpura-pula tidak mengetahui anak telah melakukan kesalahan, akan tetapi tidak mengabaikan kesalahan tersebut.
( Arba'atu Akhtho'u fi Tarbiyyatil Abna Karya Al Imam Muhammad bin Ibrahim al Hamid)

✋Kita bisa menegur anak melalui nasehat kepada anak secara umum saat belajar misalnya, dengan memberikan contoh perbuatan yang telah anak lakukan.

👐Mudah-mudahan dengan nasihat yg kita uraikan dgn lemah lembut, mengingatkan ganjaran atas perbuatan yg dilakukan seorang hamba, serta istighfar jika terjatuh pada kesalahan dan perbuatan dosa. Juga keberanian meminta maaf dan keridhaan apabila kesalahan tersebut menyangkut haq makhluk lain. Akan menggerakkan hati anak untuk mengamalkannya biidznillah.

👋Secara naluriyah anak akan marah dan memberontak apabila aibnya di bongkar di hadapan manusia, apalagi disertai kemarahan kita juga ancaman serta hukuman.
Bukannya akan mengakui kesalahan dan bertaubat, ego  anak akan  menahannya (gengsi) mengakui kesalahan.

☝Yang tersisa, adalah tersakitinya perasaan buah hati kita,yg melahirkan kebencian dan pemberontakan.Anak akan  menjaga jarak serta berusaha mencari berbagai alasan hingga berdusta agar terhindar dari kemarahan serta hukuman  dari orang tua.
Yang berakhir dengan tanpa orang tua sadari dialah penyebab buah hatinya menjauh dari syariat ini dan berbuat kesalahan lain yg lebih parah sekedar pelampiasan.
Wal'iyadzubillah...

Semoga Allah melimpahkan kesabaran yg luas pada kita unk mendidik buah hati kita....Allahumma aamiin....

Bersambung insya Allah....

📬 Faidah dari Tausiyyah Ustadzah Ummu Ubaidillah ( mudhirah Tahfizh Putri mahad darus salaf pendem sragen) kepada pengurus dan Pengajar. Awal ajaran baru
Pada tanggal 10 syawal 1436 H/ 27 juli 2015.
Dengan beberapa tambahan.

RASULULLAH shallallahu ‘alaihi wassalam MENYAYANGI ANAK-ANAK

🍃🌻🌻🍃🌻🌻🍃

RASULULLAH shallallahu ‘alaihi wassalam MENYAYANGI ANAK-ANAK
~~~~~~~~~~~~~~~

✏-Ustadzah Ummu Umar Asma


🍊Pembaca, semoga Allah memberkahi kita semua.

✋Pada edisi kali ini kami bawakan kisah-kisah teladan dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wassalam dalam berlemah lembut kepada anak-anak.

👉Harapan kami, semoga kita semua bisa mencontoh beliau.

📚📜Berikut sebagian dari kisah-kisah tersebut.

🎀1⃣.Rasulullah shallallahu ‘alaihi wassalam mencium putra beliau, Ibrahim.

🍓  dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘,

دَخَلْنَا مَعَ رَسُولِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَلَى أَبِي سَيْفٍ الْقَيْنِ وَكَانَ ظِئْرًا لِإِبْرَاهِيمَ عَلَيْهِ السَّلَامُ، فَأَخَذَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِبْرَاهِيمَ فَقَبَّلَهُ وَشَمَّهُ“

Kami bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wassalam masuk menemui Abu Saifal-Qain—istrinya adalah ibu susu Ibrahim (putra Rasulullah).
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wassalam pun mengambil Ibrahim dan menciumnya.”(HR.al-Bukhari no. 1220)

🎀2⃣.Beliau shallallahu ‘alaihi wassalam bersedih saat kehilangan Ibrahim, Anas mengisahkan dalam lanjutan hadits di atas

,ثُمَّ دَخَلْنَا عَلَيْهِ بَعْدَ ذَلِكَ وَإِبْرَاهِيمُيَجُودُ بِنَفْسِهِ، فَجَعَلَتْ عَيْنَا رَسُولِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ تَذْرِفَانِ، فَقَالَ لَهُ عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ عَوْفٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ: وَأَنْتَ يَا رَسُولَ اللهِ؟ فَقَالَ: يَا ابْنَ عَوْفٍ، إِنَّهَا رَحْمَةٌ. ثُمَّ أَتْبَعَهَا بِأُخْرَى، فَقَالَ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: إِنَّ الْعَيْنَ تَدْمَعُ، وَالْقَلْبَ يَحْزَنُ، وَلَا نَقُولُ إِلَّا مَا يَرْضَى رَبُّنَا، وَإِنَّا بِفِرَاقِكَ يَا إِبْرَاهِيمُ لَمَحْزُونُونَ“

Kemudian kami mendatanginya lain waktu saat Ibrahim telah meninggal. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wassalam pun meneteskan air mata.Melihat hal itu, ‘Abdurrahman bin‘Auf Rahimahullah bertanya,‘Anda menangis,wahai. Rasulullah?’Beliau menjawab,‘Wahai Ibnu‘Auf,ini tangisan kasihsayang.’ Beliau menangis lagi dan berkata,‘Mata ini menangis dan hati ini bersedih, tetapi kami tidak mengucapkan kecuali kata-kata yang diridhai Rabb kami. Sungguh, karena perpisahan denganmu ini,wahai Ibrahim, kami sangat sedih’.”

🎀3⃣ Beliau membiarkan ‘Aisyah,yang saat itu masih kecil, bermain bersama teman-temannya.

🍓‘Aisyah radhiyallahu ‘anha sendiri yang mengisahkan hal Dia mengatakan

,كُنْتُ أَلْعَب
ُ بِالْبَنَاتِ عِنْدَ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، وَكَانَ لِي صَوَاحِبُ يَلْعَبْنَ مَعِي، فَكَانَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا دَخَلَ يَتَقَمَّعْنَ مِنْهُ فَيُسَرِّبُهُنَّ إِلَيَّ فَيَلْعَبْنَ مَعِي

“Aku pernah bermain boneka di sisi Nabi shallallahu ‘alaihi wassalam.Aku punya teman-teman yang biasa bermain bersamaku. Apabila Rasulullah shallallahu ‘alaihi wassalam masuk rumah, mereka bersembunyi.Beliau lalu mengeluarkan mereka satu per satu sehingga mereka bermain bersamaku.”(HR.al-Bukhari no. 5665)

👋Berdasarkan hadits ini, para ulama menyebutkan bolehnya permainan boneka bagi anak perempuan. Hal ini dikecualikan dari larangan penyerupaan bentuk makhluk hidup secara umum. Sebab, dalam permainan boneka ini terdapat pendidikan bagi anak perempuan tentang urusan rumah tangga dan anak-anaknya kelak.

👋Demikian disebutkan oleh Ibnu Hajar dalam Fathul Bari(10/527).

🎀4⃣.Beliau memberikan hadiah berupa pakaian kepada anak-anak.

🍓Ummu Khalid Radhiyallahu ‘anha
mengisahkan

,قَدِمْتُ مِنْ أَرْضِ الْحَبَشَةِ وَأَنَا جُوَيْرِيَةٌ، فَكَسَانِي رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ خَمِيصَةً لَهَا أَعْلَامٌ، فَجَعَلَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَمْسَحُ الْأَعْلَامَ بِيَدِهِ وَيَقُولُ: سَنَاهْ سَنَاه

ْ“Aku datang dari negeri Habasyah saat masih kecil. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wassalam memberiku pakaian bergaris.Beliau menyentuh garis-garis tersebut dengan tangan beliau seraya mengatakan,‘Bagus, bagus’.”(HR.al-Bukharino. 3585)

🎀5⃣.Beliau menunjukkan kecintaan terhadap anak kecil.

🍓 Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu mengatakan

,خَرَجَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَفِي طَائِفَةِ النَّهَارِ، لَا يُكَلِّمُنِي وَلَا أُكَلِّمُهُ، حَتَّى أَتَى سُوقَ بَنِي قَيْنُقَاعَ فَجَلَسَ بِفِنَاءِ بَيْتِ فَاطِمَةَ فَقَالَ: أَثَمَّ لُكَعُ؟ أَثَمَّ لُكَعُ؟ فَحَبَسَتْهُ شَيْئًا، فَظَنَنْتُ أَنَّهَا تُلْبِسُهُ سِخَابًا أَوْ تُغَسِّلُهُ، فَجَاءَ يَشْتَدُّ حَتَّى عَانَقَهُ وَقَبَّلَهُ وَقَالَ: اللَّهُمَّ أَحْبِبْهُ وَأَحِبَّ مَنْ يُحِبُّهُ“

Nabi shallallahu ‘alaihi wassalam pernah keluar pada sebagian waktu siang.Beliau tidak mengajakku berbicara,demikian pula aku,tidak mengajak beliau berbicara.
Tibalah kami di pasar Bani Qainuqa’.
Beliau duduk di halaman rumah Fathimah kemudian bertanya,‘Apakah ada siKecil? Apakah ada si Kecil(Hasan, -ed.)?
’Fathimah pun menahan anak tersebut sebentar. Kami menyangka bahwa sang ibu memakaikan padanya sikhab(kalung dari cengkih,misk, gaharu, dan wewangian lainnya, -ed.)atau memandikannya.Kemudian, anak tersebut bergegas keluar. Beliau pun memeluk dan menciumnya, lalu berkata,‘Ya Allah,cintailah dia dan cintailah orang yang mencintainya’.”(Muttafaqun ‘alaihi)

🎀6⃣.Dalam shalat pun beliau menunjukkan kasih sayang kepada anak-anak.

🍓Salah seorang sahabat, Abu Qatadah al-Anshari radhiyallahu ‘anhu, menyampaikan

,أَنَّ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يُصَلِّي وَهُوَ حَامِلٌ أُمَامَةَ بِنْتَ زَيْنَبَ بِنْتِ رَسُولِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَلِأَبِي الْعَاصِ بْنِ رَبِيعَةَ بْنِ عَبْدِ شَمْسٍ، فَإِذَا سَجَدَ وَضَعَهَا وَإِذَا قَامَ حَمَلَهَا

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wassalam pernah shalat sambil menggendong Umamah,putri Zainab binti
Rasulullah shallallahu‘alaihi wassalam
dari Abul ‘Ash binar-Rabi’ bin‘Abdusyams. Apabila sujud, beliau meletakkannya. Ketika kembali berdiri, beliaupun kembali menggendongnya.”(Muttafaqun ‘alaih)

🎀7⃣.Beliau memanjangkan sujud untuk menyenangkan anak-anak.

🍓 ‘Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu menceritakan

,كَانَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُصَلِّي، فَإِذَا سَجَدَ وَثَبَ الْحَسَنُ وَالْحُسَيْنُ عَلَى ظَهْرِهِ، فَإِذَا أَرَادُوا أَنْ يَمْنَعُوهُمَا أَشَارَ إِلَيْهِمْ أَنْ دَعُوهُمَا، فَلَمَّا قَضَى الصَّلَاةَ وَضَعَهُمَا فِي حِجْرِهِ وَقَالَ: مَنْ أَحَبَّنِي فَلْيُحِبَّ هَذَيْنِ

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wassalam pernah shalat (dengan membawa al-Hasan danal-Husain,–pen.).
Apabila beliau sujud,kedua anak tersebut menaiki punggung beliau.
Ketika para sahabat ingin mencegah keduanya, beliau memberi isyarat agar mereka membiarkan keduanya. Seusai shalat, beliau memangku keduanya dan berkata,‘Barangsiapa mencintaiku, hendaknya dia mencintai ke dua anak ini’.”
(HR. Abu Ya’la, dinyatakan hasan oleh asy-Syaikhal-Albani dalam Silsilahash-Shahihahno. 312)

🎀8⃣.Beliau meringankan shalat saat mendengar tangis anak.

🍓Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu pernah berkata

,مَا صَلَّيْتُ وَرَاءَ إِمَامٍ قَطُّ أَخَفَّ صَلَاةً وَلَا أَتَمَّ مِنَ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، وَإِنْ كَانَ لَيَسْمَعُ بُكَاءَ الصَّبِيِّ فَيُخَفِّفُ مَخَافَةَ أَنْ تُفْتَنَ أُمُّهُ

“Aku tidak pernah shalat di belakang imam yang lebih ringan dan sekaligus lebih sempurna shalatnya dari pada Nabi shallallahu ‘alaihi wassalam.
Pernah beliau mendengar tangisan anak kecil,maka beliau ringankan shalat karena khawatir tangisan itu akan mengganggu konsentrasi ibu si anak.”
(HR.al-Bukharino. 667)

🌷9⃣.Beliau berempati terhadap anak kecil yang sedang bersedih.

🍓Anas bin Malik radhiyallahu 'anhu mengisahkan

,كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَدْخُلُ عَلَيْنَا، وَلِي أَخٌ صَغْيرٌ يُكْنَىأَبَا عُمَيْرٍ، وَكَانَ لَهُ نُغَيْرٌ يَلْعَبُ بِهِفَمَاتَ، فَدَخَلَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَرَآهُ حَزِينًا، فَقَالَ: مَا شَأْنُهُ؟ قِيلَ لَهُ: مَاتَ نُغَرُهُ. فَقَالَ: يَا أَبَا عُمَيْرٍ، مَا فَعَلَ النُّغَيْرُ؟

“Nabi shallallahu ‘alaihi wassalam biasa menemui kami. Aku memiliki seorang adik laki-laki yang berkuniah Abu ‘Umair. Dia memiliki seekor burung kecil yang biasa ia mainkan.
Suatu saat, burung itu mati.Ketika Nabi shallallahu ‘alaihi wassalam masuk ke tempat kami, beliau melihatnya sedang bersedih. Beliau bertanya kepada orang-orang,‘Mengapa dia bersedih?’
Mereka menjawab,‘Burung kecilnya mati.’Mendengar jawaban itu, beliaupun menyapanya,‘Hai Abu‘Umair,ada apa dengan burung kecilmu?’.”
(HR.al-Bukhari—dalam al-Adabul Mufrad—dan selain beliau, dinyatakan shahih oleh asy-Syaikh al-Albani dalam Shahihal-Adabal-Mufradno. 333)


☝Dari hadits ini para ulama mengambil banyak faedah
(pelajaran).

👍Dari faedah-faedah tersebut, yang berkaitan dengan anak-anak adalah:

👉*.Bolehnya memberi nama kuniah bagi anak kecil.

👉*.Bolehnya bercanda dengan anak kecil. Bahkan, hal ini adalah sunnah, bukan sekadar keringanan dalam syariat.

👉*.Disyariatkannya bersikap lembut kepada teman, baik teman yang masih kecil maupun yang sudah dewasa, dan menanyakan keadaan mereka.

👉*.Bolehnya anak kecil bermain dengan burung.

👉*.Bolehnya orang tua membiarkan anak kecil bermain dengan sesuatu yang diperbolehkan.

👉*.Bolehnya membelanjakan uang untuk menyenangkan anak kecil dengan sesuatu yang dibolehkan syariat.

👉*.Bolehnya menahan burung dalam sangkar, asalkan tetap memberinya makan dan minum.

👉*.Hendaknya anak kecil diajak bicara sesuai dengan kemampuan akalnya.

☝Demikianlah,pembaca, beberapa kisah tentang sikap lembut beliau kepada anak-anak.

👐Semoga Allah memberikan petunjuk kepada kita untuk senantiasa menerapkannya dalam kehidupan kita bersama buah kasih tercinta. Amin.

Wallahu  a'lamu bishshowab.

📪 http://qonitah.com.

Kamis, 20 Agustus 2015

Jangan Bentak aku Ummi, Abi..

💡 Info Psikologis:

〰📢〰📢〰📢〰

DAMPAK BURUK SERING MARAH  dan MEMBENTAK ANAK
        〰🔇🔇🔇〰

💧Apakah Antuna suka marah  dan membentak pada anak?

Wahai Ummah, ketahuilah, sebaik-baik teladan adalah Rasulullah صلى الله عليه وسلم. Dalam segala aspek kehidupan. Termasuk dalam hal mendidik anak.

Sekian banyak kitab-kitab ulama membahas mengenai tarbiyah aulad-pendidikan anak-.

Maka kita wajib mengilmuinya terutama Bagi kita yang telah menyandang gelar "orang tua".

⚠Dan artikel Psikologis berikut sama sekali tidak ditujukan untuk mengesampingkan sebaik-baik ajaran yakni - Islam 'ala fahmi salafyl ummah-

〰Akan tetapi, dengan ini penulis harapkan dapat menjadi ilmu tambahan bagi ummahat -khususnya- agar termotivasi lagi untuk menghindari membentak atau pun marah-marah.

🌙Dan inilah hasungan syariat untuk meninggalkan akhlak tercela tersebut:

➖🌹➖🌹➖🌹➖

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ أَنَّ رَجُلاً قَالَ لِلنَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: أَوْصِنِي،

قَالَ: لاَ تَغْضَبْ فَرَدَّدَ مِرَاراً،
قَالَ: لاَ تَغْضَبْ

((رواه البخاري))

[Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, bahwa ada seorang laki-laki berkata kepada Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam:

“Berilah wasiat kepadaku”. Sabda Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam:

“Janganlah engkau marah”.
Maka diulanginya permintaan itu beberapa kali. Sabda beliau:

“Janganlah engkau marah”.

(HR. al-Bukhari)
➖🌹➖🌹➖🌹➖

Dan membentak itu identik dengan amarah. Bagi sebagian orang- terutama yang bertipe temperamental-maka jika marah, cenderung lisan dekat sekali dengan membentak.

❌Subhaanallah, Dari segi syariat maka telah jelas marah-marah Dan membentak itu merupakan akhlak tercela.

🔎Adapun Dari segi Psikologis, tahukah Anda bahwa :
"sering memarahi anak dengan membentaknya juga termasuk dalam bentuk kekerasan verbal yang bisa memengaruhi psikis anak"

Seorang psikolog  anak dan remaja Ratih Zulhaqqi, M.Psi mengutarakan bahwa

"Terbiasa dimarahi dan dibentak, apalagi anak pada dasarnya tidak merasa mendapat kekerasan karena hal itu dilakukan orang terdekat seperti orang tua atau saudara, terbentuklah pemikiran bahwa membentak, memukul dan tindak kekerasan lain adalah bentuk kasih sayang,"

🌾Aduhai,
Alangkah berdosanya kita, jika membiasakan marah-marah Dan membentak pada putra/i kita. Disamping jelas  melanggar syariat yang mulia ini, ternyata secara Psikologis dampaknya :

❌Disadari atau tidak,kebiasaan  membentak anak sama dengan menanamkan persepsi pada buah hati kita bahwa itu adalah sebuah bentuk kasih sayang.
Na'udzubillah.

❌Selain hal diatas, kebiasaan MARAH dan membentak anak dapat berakibat sbb:

Akibatnya;
1⃣Anak akan meniru hal tersebut dalam kesehariannya.

2⃣Dia jadi mudah marah, sulit mengendalikan, emosi, dan suka teriak-teriak.

3⃣ Anak bisa jadi selalu cemas, merasa tidak aman, tidak nyaman

4⃣Anak menjadi tidak percaya diri dan tidak bisa memposisikan dirinya dengan tepat,

Itu masih 4 poin,
إنّا لله و إّنا إليه راجعون...

Mungkin ada sekian poin dampak negatif lain dalam ilmu Psikologi.

Wahai Ummah....
Setidaknya yang 4 ini saja sudah membuat hati kita terpanggil untuk menyudahi kebiasaan jelek dalam mendidik selama ini.

🌹Adapun yang sudah diberi taufiq-Nya selalu sabar dalam mendidik anak-anak, bisa menahan emosi, amarah Dan meninggalkan membentak-bentak ..maka bersyukurlah Anda...
Sungguh Nikmat yang luar biasa karena disana ada makhluk Allah yang dilahirkan dengan watak temperamental -MUDAH marah, membentak bahkan memukul-

Na'udzubillah...

Sebelum menyudahi tulisan ini ana ingin mengajak Antuna untuk  merenungi ucapan Ulama Salaf berikut:

💎‘Umar bin Abdul ‘Aziz t berkata:
“Telah beruntung orang yang dijaga dari hawa nafsu, kemarahan, dan ketamakan.”

💎Ja’far bin Muhammad  berkata:
“Kemarahan itu adalah kunci dari segala macam kejelekan.”

💎Dikatakan kepada Ibnul Mubarak:
“Himpunkanlah untuk kami akhlak-akhlak yang baik dalam satu kata!”
Beliau mengatakan: “Meninggalkan marah.”

(Jami’ul ‘Ulum Wal Hikam, hal. 372, 379)

💎Ibnul Qayyim  berkata:
“Kemarahan itu membinasakan. Dia merusak akal sebagaimana khamr dapat menghilangkan kesadaran.”

(An-Nubadz fi Adabi Thalabil ‘Ilmi hal. 155)

🌸 Akhir kata,
Sungguh tak ada kebaikan sama sekali pada amarah yg didasari emosi belaka.

Maka sebagai ibu,
Sudah menjadi kemestian untuk berSABAR.
Menghadapi anak-anak, yang itu adalah amanah dari Allah dengan sebaik-baik akhlak.
Ingatlah: "Ibu adalah sekolah pertama"

🏡Darimu kami belajar Ibu..
Kami ingin menjadi anak shalih Dan shalihah, maka didiklah Kami dengan akhlak mulia...

بارك الله فيكم..
الحمد لله..
Semoga tulisan ini menjadi pengingat untuk penulis secara pribadi.
Kita memohon Hidayah Dan  taufiq-Nya...

أختكن في الله
أم عبد الله ناجية

📚sumber bacaan:

http://asysyariah.com/marah/
http://m.detik.com/health/read/2014/07/23/171510/2646327/1301/sering-membentak-anak-saat-marah-ini-dampak-negatifnya-bagi-psikis-anak