Selasa, 25 Agustus 2015

DO'A memohon ilmu yang bermanfaat (Pelajaran ke-1 - Kelas 1 Ibtidaiyyah)

Bismillah..

Teman-teman, kayfa halukum...?

Semoga Allah senantiasa memberkahi kalian, baarokallahu fykum...

Teman-temanku yang shalih & shalihah, kali ini kita akan belajar tentang :

📝🍒 ILMU YANG BERMANFAAT 📝🍒

Tahukah kalian apa ilmu yang bermanfaat itu?

👍Ilmu yang bermanfaat adalah ilmu yang diamalkan.

🍛 Misalnya, ketika kita sudah hafal DO'A makan, kita amalkan DO'A tersebut. Setiap makan kita tidak lupa membaca "Bismillah".
💭 Jika qaddarullaah lupa, kita segera membaca "Bismillaahi fii awwalihi wa aakhirihi".

👓👂Misalnya lagi, ketika ustadz mengajarkan adab-adab belajar, kita perhatikan lalu kita amalkan dengan mendengarkan ustadz di kelas, tidak ramai sendiri, tidak bermain ketika ustadz menerangkan, duduk diam memperhatikan apa yang diajarkan oleh ustadz, dan lain sebagainya.
Nahh, itu berarti kita telah mengamalkan adab belajar...

🏡 Begitu juga kepada orang tua kita, tentunya kita telah tahu bahwa kita harus berbakti dan berbuat baik kepada ummah dan abah, lalu kita amalkan.
Kita sayangi ummi dan abi, kita do'akan keduanya, kita patuh dan taat pada mereka dan tidak melakukan perbuatan- perbuatan yang dapat menyakiti hati mereka.

Maa syaa Allah,
✅ Ketika kita amalkan apa-apa yang sudah kita ketahui dan kita pelajari, itulah yang dinamakan ilmu kita bermanfaat.

💬 📖 Nahh, coba kita ingat-ingat sekarang...
Sudahkah kita mengamalkan ilmu kita ?

💪 Jika belum atau kurang, marilah kita bersemangat untuk mengamalkan ilmu kita...
👍 Jika sudah, bersyukurlah kepada Allah karena Dia-lah yang telah memberitahukan taufiq kepada kita.

Baarokallahufykum... 💐

Teman-teman..

Agar kita MUDAH untuk mengamalkan ilmu yang sudah kita dapat , Rasulullah صلى الله غليه وسلم mengajarkan kepada kita sebuah DO'A.

🌾DO'A memohon ilmu yang bermanfaat:

اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ عِلْمًا نَافِعًا وَ رِزْقًا طَيِّبًاوَعَمَلاً مُتَقَبَّلاً

"Yaa Allah sesungguhnya aku memohon kepada-Mu ilmu yang bermanfaat, rezeki yang baik dan amalan yang diterima".

📝 HR. Ibnu Majah no.925 dan dishahihkan oleh Asy-Syaikh Al Albani dalam Sunan Ibnu Majah.

Alhamdulillah...

Semoga sholawat dan salam tercurahkan untuk Rasulullah صلى الله عليه وسلم.
🌙 Dari beliaulah kita mengetahui DO'A ini.

💎Jangan lupa untuk membaca DO'A ini ya teman-teman...

Baarokallahufykum.... 💐

🌷 Semoga Allah mengabulkan do'a-do'a kita,
🌻 Semoga Allah menjadikan kita anak yang shalih dan shalihah.
🌾 Semoga ilmu kita bermanfaat...

Baarokallahufykum... 💐

💪 Tetap semangat belajar ya... 🍭🍭🍭

Tips Mengenal Ciri-ciri Anak Pengguna Narkoba


بسم الله الرحمن الرحيم

Selasa, 10 dzulqo'dah 1436 H / 25 Agustus 2015

〰〰🌸〰🌸〰🌸〰〰
⚠Tips Mengenal Ciri-ciri Anak Pengguna Narkoba⚠


📈Peredaran dan penyalahgunaan narkoba dikalangan anak-anak, pelajar hingga remaja terus meningkat. Tentu saja fenomena ini merupakan mimpi buruk bagi orangtua. Masa depan berantakan atau nyawa melayang bisa menjadi taruhannya. Terkadang orang tua tak sadar anaknya terkena narkoba. Lantas bagaimana ciri-ciri anak terjerat narkoba?

⚠Narkoba atau Napza yang berarti narkotika, psikotropika dan zat aditif merupakan zat yang sangat berbahaya bagi kesehatan tubuh. Selain menimbulkan kecanduan, efek jangka panjang penggunaan narkoba bisa menyebabkan berbagai macam penyakit mematikan seperti ginjal, lever, paru-paru dan jantung. Bahkan dampak dari narkoba ini secara berlebihan bisa menyebabkan kematian.
˚˚˚˚˚˚˚˚˚˚˚˚˚˚˚˚˚˚˚˚˚˚˚˚˚˚˚˚˚˚˚˚˚🍃

⚠Adapun beberapa macam narkoba yang sering digunakan oleh pemakai narkoba diantaranya :

💊Depresan.
Contohnya morfin, heroin dan putaw.
☝Bahan narkoba jenis ini bisa menekan system-sistem saraf pusat sehingga pemakai akan merasakan ketenangan sesaat atau tertidur serta tak sadarkan diri.

💊Stimulant.
Contohnya kafein, kokain, amphetamine, sabu-sabu dan ekstasi.
☝Narkoba jenis ini berkerja secara cepat untuk merangsang fungsi tubuh dan meningkatkan kegairahan yang tinggi.

💊Halusinogen.
Contohnya mariyuanan, ganja dan LSD (lysergic Acid Diethylamide).
☝Narkoba jenis ini bisa mengubah daya persepsi atau mengakibatkan halusinasi. Pemakai akan merasakan ketenangan luar biasa dilanjutkan dengan imajinasi tinggi yang bisa mengakibatkan perilaku tidak wajar.
˚˚˚˚˚˚˚˚˚˚˚˚˚˚˚˚˚˚˚˚˚˚˚˚˚˚˚˚˚˚˚˚˚🍃

⚠Selain itu ada beberapa faktor yang menyebabkan seorang remaja terlibat penyalahgunakan narkoba, diantaranya adalah :

➖Faktor stress.
☝Anak-anak bisa mengalami depresi jika mendapatkan tekanan yang bertubi-tubi.
Terkadang orangtua tidak mempedulikan keinginan melakukan apa yang disukai seorang anak.
Apalagi jika orangtua terlalu sibuk dengan pekerjaan dan urusan pribadinya.
Situasi inilah yang membuat anak lari menggunakan narkoba untuk mencari ketenangan sesaat.

➖Teman pergaulan.
☝Hasrat seorang anak yang selalu ingin tahu dan mencoba hal-hal baru ditambah lingkungan pergaulan yang sudah lebih dulu menggunakan narkoba biasa membuat mereka ikut terjerumus.
˚˚˚˚˚˚˚˚˚˚˚˚˚˚˚˚˚˚˚˚˚˚˚˚˚˚˚˚˚˚˚˚˚🍃

Seringkali orangtua tidak menyadari anaknya terlibat penyalahgunaan narkoba. Mereka biasanya baru sadar jika anak mengalami over dosis.
✅Sebagai orang tua, upaya pencegahan masih bisa dilakukan salah satunya dengan mengenali sejak dini penyalahgunaan narkoba pada anak.

⚠Seperti apa gejalanya? 👉Dijelaskan A. Kasandra Putranto, psikolog dari Kasandra Associates Jakarta, ada beberapa ciri fisik dan perilaku yang bisa dilihat jika anak sudah terlibat penyalahgunaan narkoba.

※Berikut ini sebagian dari ciri-cirinya :
➖Mata merah.
➖Bau badan khas atau menyengat.
➖Pernapasan cepat seperti setelah berolahraga.
➖Sering tidur, bermalas-malasan sepanjang hari atau sebaliknya.
➖Perubahan perilaku makan dan minum.
Mereka bisa menjadi seseorang yang tidak menyukai makan atau makan secara berlebih.
➖Menjadi pribadi emosional dan sensitive.
Pemakai narkoba lebih cepat tersinggung.
➖Kekacauan cara berpikir.
➖Kebutuhan uang bertambah untuk membayar sesuatu.
˚˚˚˚˚˚˚˚˚˚˚˚˚˚˚˚˚˚˚˚˚˚˚˚˚˚˚˚˚˚˚˚˚🍃

⚠Bagaiman mengatasi
jika buah hati tercinta sudah terjerat dalam penyalahgunaan narkoba?
👉 Anda tak perlu bersikap tertutup. Sebaiknya hubungi orang yang ahli di bidang upaya penanggulangan narkoba seperti dokter, konselor dan praktisi narkoba. Selain itu pengobatan detoksifikasi untuk menghentikan kecanduan narkoba harus dilakukan agar zat yang membahayakan tubuh bisa dibersihkan secara bertahap.
Meskipun demikian, pepatah lebih baik mencegah daripada mengobati sangat tepat diterapkan untuk mencegah anak terlibat penyalahgunaan narkoba.
✅Peran serta orang tua di rumah diharapkan menjadi pondasi utama membentuk kepribadian seorang anak. Orang tua wajib memberikan pengetahuan dan bahaya dari penggunaan narkoba sedini mungkin terhadap anak-anaknya. Sehingga tanpa dilarang atau diberi ancaman, mereka akan menyadari bahaya yang akan terjadi di kehidupannya baik di masa sekarang ataupun di masa yang akan datang.

➖⚠➖
Sumber : BNN (Badan Narkotika Nasional)


🍯Majmu'ah BIKUM🍯

Melindungi Si Kecil dari Gangguan Makhluk Halus

Melindungi Si Kecil dari Gangguan Makhluk Halus
~~~~~~~~~~~~~


✏Al-Ustadzah Ummu Umar Asma


🌷Sebagai makhluk kecil yang baru terlahir ke dunia, anak-anak masih dalam kondisi yang sangat lemah. Mereka membutuhkan pertolongan, perlindungan, dan kasih sayang dari orang-orang di sekitarnya.

☝Inilah salah satu tugas orang tua terhadap mereka. Dengan hikmah-Nya, Allah menumbuhkan rasa kasih sayang dalam hati orang tua terhadap anak-anaknya. Dengan senang hati orang tua senantiasa berusaha memenuhi kebutuhan jasmani dan rohani mereka, tanpa perasaan berat sedikit pun.

👉Hal ini terus berlangsung seiring dengan pertumbuhan mereka. Mereka terus membutuhkan orangtua dalam menjalani kehidupan.

✋Oleh karena itu, kita perlu mengetahui hal-hal yang bermanfaat kemudian memberikannya kepada mereka, dan hal-hal yang bermudarat kemudian menghindarkannya dari mereka.

👋Pembaca yang semoga Allah senantiasa menjaga kita semua, sebagaimana telah disebutkan di atas, kebutuhan anak tidak terbatas pada jasmani saja, tetapi juga mencakup sisi rohani.

👋Bahkan, kebutuhan rohani ini lebih besar daripada kebutuhan jasmani mereka. Jadi, selain menjaga agar perut mereka selalu kenyang, badan mereka selalu hangat dan terlindung dari panas ataupun hujan, kita sangat perlu menjaga kalbu mereka agar senantiasa lurus sesuai dengan fitrahnya.

☝ Kita perlu menanamkan aqidah yang benar dalam diri mereka sehingga mereka menjadi manusia yang berpegang teguh pada agama ini.Hal terpenting lainnya adalah melindungi anak-anak dari pengaruh-pengaruh buruk yang ada di sekitar mereka. Pengaruh buruk tersebut bisa berasal dari sesuatu yang tampak atau bisa dirasakan, seperti udara yang sangat dingin atau sangat panas, gangguan orang jahat, musik, dan sebagainya.

👍Kebanyakan orang tua telah mengetahui hal semacam ini dan berusaha melindungi anak-anak darinya.

☝Namun, ada pula gangguan yang terkadang tidak disadari oleh orang tua. Inilah yang akan menjadi bahasan kita sekarang, yaitu melindungi anak-anak dari gangguan makhluk-makhluk halus yang tidak tampak oleh kita.

✋Pembaca yang mulia, tidak diragukan lagi bahwa setan adalah musuh terbesar manusia. Mereka akan selalu berusaha mengganggu manusia selama hidupnya, semenjak terlahir ke dunia sampai menjelang wafatnya.Sekuat apa pun manusia, tetap harus menghindari gangguan setan ini dengan meminta perlindungan kepada Allah darinya.

🌹Dalam firman-Nya yang agung, Allah subhanahu wa ta’ala memerintah kita

,وَإِمَّا يَنزَغَنَّكَ مِنَ ٱلشَّيۡطَٰنِ نَزۡغٞ فَٱسۡتَعِذۡ بِٱللَّهِۚ إِنَّهُۥ سَمِيعٌ عَلِيمٌ٢٠٠


“Dan apabila setan mengganggumu, mintalah perlindungan kepada Allah. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar dan Maha Mengetahui.” (al-A’raf: 200)

🌹Dalam ayat yang lain Allah juga berfirman

,وَقُل رَّبِّ أَعُوذُ بِكَ مِنۡ هَمَزَٰتِ ٱلشَّيَٰطِينِ٩٧ وَأَعُوذُ بِكَ رَبِّ أَن يَحۡضُرُونِ ٩٨

“Dan katakanlah, ‘Wahai Rabbku, aku berlindung kepada-Mu dari bisikan-bisikan setan, dan aku berlindung kepada-Mu, wahai Rabbku, dari kedatangan mereka kepadaku’.” (al-Mu’minun: 97—98)

☝Apabila demikian perintah Allah subhanahu wa ta’ala pada manusia yang sudah berakal, bagaimana halnya si kecil kita, yang masih sangat lemah? Tentu saja tugas kita, sebagai orang tua, adalah melindungi dan menjaga mereka

👋Bagaimana Melindungi Anak dari Setan?

☝Melindungi anak dari setan bisa dilakukan dengan berbagai cara sesuai dengan tuntunan Rasulullah, yaitu:

👉1. Mendoakan mereka dengan doa

,أُعِيذُكُمَا بِكَلِمَاتِ اللهِ التَّامَّةِ مِنْ كُلِّ شَيْطَانٍ وَهَامَّةٍ وَمِنْ كُلِّ عَيْنٍ لَامَّةٍ

“Aku memintakan perlindungan bagi kalian berdua dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna, dari setiap setan, sengatan binatang, dan dari pandangan mata yang berbahaya.” (Hadits ini dinyatakan shahih oleh asy-Syaikh al-Albani dalam Misykatul Mashabih no. 1535)

👐Beliau mendoakan kedua cucu beliau, Hasan dan Husain, dengan doa ini. Beliau juga mengatakan bahwa Nabi Ibrahim pun mendoakan kedua putra beliau, Ismail dan Ishaq, dengan doa ini.

☝Oleh karena itu, sebagai orang tua,kita mesti mengamalkannya. Kita lindungi buah hati kita dengan membacakan doa ini pada waktu pagi dan petang.

👉2. Menjaga rumah dengan senantiasa berzikir kepada Allah.Dalam sebuah hadits, Rasulullah mengabarkan

,إِذَا دَخَلَ الرَّجُلُ بَيْتَهُ فَذَكَرَ اللهَ عِنْدَ دُخُولِهِ وَعِنْدَ طَعَامِهِ، قَالَ الشَّيْطَانُ: لَا مَبِيتَ لَكُمْ وَلَا عَشَاءَ. وَإِذَا دَخَلَ فَلَمْ يَذْكُرِ اللهَ عِنْدَ دُخُولِهِ، قَالَ الشَّيْطَانُ: أَدْرَكْتُمُ الْمَبِيتَ. وَإِذَا لَمْ يَذْكُرِ اللهَ عِنْدَ طَعَامِهِ، قَالَ: أَدْرَكْتُمُ الْمَبِيتَ وَالْعَشَاء

َ“Apabila seseorang masuk ke rumahnya dengan berzikir kepada Allah subhanahu wa ta’ala ketika masuk dan ketika hendak makan, berkatalah setan (kepada teman-temannya, -ed.), ‘Tidak ada tempat bermalam dan makan malam bagi kalian.’
 Apabila dia masuk tanpa menyebut nama Allah, setan berkata, ‘Kalian mendapat tempat bermalam.’ Apabila dia juga tidak berzikir ketika hendak makan, setan berkata, ‘Kalian mendapatkan tempat bermalam dan makan malam’.” (HR. Muslim no. 3762)

👉3. Menjaga mereka di awal malam.Rasulullah juga memberi kita tuntunan untuk menjaga diri, anak,dan rumah kita dari setan. Beliau bersabda

,إِذَا كَانَ جُنْحُ اللَّيْلِ أَوْ أَمْسَيْتُمْ فَكُفُّوا صِبْيَانَكُمْ، فَإِنَّ الشَّيْطَانَ يَنْتَشِرُ حِينَئِذٍ، فَإِذَا ذَهَبَ سَاعَةٌ مِنَ اللَّيْلِ فَخَلُّوهُمْ وَأَغْلِقُوا الْأَبْوَابَ وَاذْكُرُوا اسْمَ اللهِ، فَإِنَّ الشَّيْطَانَ لَا يَفْتَحُ بَابًا مُغْلَقًا، وَأَوْكُوا قِرَبَكُمْ وَاذْكُرُوا اسْمَ اللهِ، وَخَمِّرُوا آنِيَتَكُمْ وَاذْكُرُوا اسْمَ اللهِ،وَلَوْ أَنْ تَعْرُضُوا عَلَيْهَا شَيْئًا، وَأَطْفِئُوا مَصَابِيحَكُمْ

“Apabila malam telah datang atau pada waktu sore, tahanlah anak-anak kalian karena setan sedang berkeliaran ketika itu. Apabila telah berlalu sesaat dari awal malam, biarkanlah mereka. Tutuplah pintu-pintu dan sebutlah nama Allah (membaca basmalah) karena setan tidak  membuka pintu yang ditutup (dengan menyebut nama Allah). Tutuplah tempat minum kalian dan sebutlah          nama Allah. Tutuplah bejana-bejana kalian dengan menyebut nama Allah, walaupun dengan membentangkan sesuatu di atasnya, dan padamkanlah lampu-lampu kalian.” (Muttafaqun ‘alaihi)

☝Mungkin kebanyakan kaum muslimin masih asing dengan adab-adab ini. Tidak sedikit dari mereka yang belum hafal, bahkan belum pernah tahu tentang doa memintakan perlindungan bagi anak-anak tersebut. Banyak pula dari mereka yang keluar masuk rumah pada malam hari dengan ringan tanpa membaca basmalah. Bahkan, terkadang mereka biarkan pintu dan jendela terbuka lebar. Mereka biarkan pula anak-anak bermain, berkeliaran di luar rumah setelah matahari terbenam. Lebih-lebih masalah menutup tempat minum dan bejana dengan menyebut nama Allah.

☝Sungguh, adab-adab ini masih jarang diamalkan oleh kaum muslimin. Allahul musta’an.Semua ini tidak lain disebabkan kurangnya ilmu mereka tentang teladan-teladan Rasulullah dalam kehidupan. Oleh karena itu, kita berharap agar Allah senantiasa memberikan petunjuk kepada kita semua untuk selalu mengamalkan Sunnah Rasulullah dalam segala sisi kehidupan, termasuk dalam hal perlindungan terhadap buah hati kita.

👐Mudah-mudahan mereka tumbuh dengan aman, tanpa tersentuh oleh godaan dan gangguan setan.Semoga, dengan penjelasan singkat ini, kaum muslimin semakin tahu arti penting perlindungan terhadap anak-anak,lalu mengamalkannya dalam keseharian mereka. Hanya Allahlah yang memberikan petunjuk.




Wallahu a'lamu bishshawab.
📪 Sumber:
Http://qonitah.com

Segenap Asa dalam Sebuah Nama

Segenap Asa dalam Sebuah Nama
********************

✏ Al-Ustadzah Ummu Abdirrahman Anisah bintu ‘Imran

🌷Memberikan nama yang baik adalah salah satu tugas orang tua bagi anaknya yang baru lahir.

☝Ada aturan-aturan yang harus diikuti orang tua agar nama anak bisa memberikan kebaikan dan berkah bagi pemiliknya.

🌹Sosok mungil itu telah ada dalam dekapan hangat sang ibu.

👋Tibalah saat dia mendengar sapaan sang ayah yang penuh kasih sayang, memanggilnya dengan nama yang diberikan baginya. Nama yang indah,disertai dengan harapan yang membuncah, semoga perjalanan hidup si buah hati kelak akan sebaik nama yang disandangnya.

🎈Barangkali jauh hari sebelum si kecil lahir ke dunia, tak kurang banyaknya nama yang dirancang oleh ayah dan ibu, dilatari oleh sekian banyak pertimbangan.

👉Ada yang ingin menamai anaknya dengan nama tokoh yang dikagumi disertai harapan, anaknya akan sehebat tokoh peristiwa itu.

☝Ada pula yang sekedar mempertimbangkan faktor “keren dan enak didengar”.

🎈Si kecil tumpuan harapan, sudah semestinya ayah bunda memberikan nama yang terbaik bagi dirinya, nama yang dicintai oleh Rabb semesta alam. Tidak ada jalan lain untuk mendapatkannya, kecuali menelaah kembali, bagaimana Allah dan Rasul-Nya  menerangkan seputar seluk-beluk nama kepada kita.

☝Pada hari pertama hadirnya buah hati di dunia, sang ayah boleh memberikan nama padanya. Kita bisa menyimak kisah pemberian nama Rasulullah shalallahu 'alaihi wa sallam pada putranya, Ibrahim.“Semalam telah lahir anak laki-lakiku, maka aku beri nama dia dengan nama ayahku, Ibrahim.” (Shahih, HR. Muslim no. 2315)

☝Al-Imam An-Nawawi Rahimahullah menjelaskan bahwa kisah ini menunjukkan bolehnya memberikan nama anak pada hari kelahirannya. (Syarh Shahih Muslim, 15/75)

✋Juga kisah-kisah lainnya ketika para shahabat  membawa anaknya yang baru lahir ke hadapan Rasulullah Shalallahu'alaihi wa sallam, beliau memberikan nama pada hari itu juga.

👍👍Kita lihat dalam kisah kelahiran Abdullah bin Az-Zubair Radhiyallahu 'anhu ketika Rasulullah Shalallahu'alaihi wa sallam  men-tahnik-nya:“Kemudian beliau mengusapnya dan mendoakan kebaikan baginya, serta memberinya nama Abdullah.” (Shahih, HR. Muslim no. 2146)

✋Demikian pula dalam kisah lahirnya Abdullah bin Abi Thalhah Radhiyallahu 'anhu, ketika Anas bin Malik Radhiyallahu 'anhu membawanya ke hadapan beliau:“Kemudian beliau mentahniknya dan memberinya nama Abdullah.” (Shahih, HR. Muslim no. 2144)

👉Juga ketika Abu Usaid Radhiyallahu'anhu membawa putranya kepada Rasulullah Shalallahu'alaihi wa sallam  pada hari kelahirannya:“Maka pada hari itu beliau memberinya nama Al-Mundzir.” (Shahih, HR. Al Bukhari no. 6191 dan Muslim no. 2149)

👋Begitu pula penuturan Abu Musa Al-Asy’ari Radhiyallahu''anhu :“Telah lahir anak laki-lakiku, lalu aku membawanya kepada Nabi shalallahu 'alaihi wa sallam, maka beliau memberinya nama Ibrahim dan mentahniknya dengan kurma.” (HR. Muslim no. 2145)

👋Namun di sisi lain, kita dengar penjelasan bahwa seorang anak diberi nama pada hari ketujuh, sebagaimana yang dikatakan oleh Rasulullah Shalallahu 'alaihi wa sallam melalui lisannya yang mulia:
“Setiap anak tergadai dengan aqiqahnya, maka pada hari ketujuh disembelih hewan, dicukur rambutnya dan diberi nama.” (HR. Abu Dawud no. 2838)

☝Untuk memahami dua sisi ini, kita buka penjelasan Al-Hafidz Ibnu Hajar Al-‘Asqalani Rahimahullah. Beliau mengatakan bahwa anak yang tak hendak diaqiqahi, maka pemberian namanya tidak ditangguhkan hingga hari ketujuh, sebagaimana yang terjadi dalam kisah Ibrahim bin Abi Musa, Abdullah bin Abi Thalhah, demikian pula Ibrahim putra Nabi Shalallahu 'alaihi wa sallam dan Abdullah bin Az-Zubair, karena tidak ada penukilan yang menyatakan bahwa salah seorang diantara mereka diaqiqahi. Sedangkan anak yang hendak diaqiqahi, maka pemberian namanya ditangguhkan hingga hari ketujuh sebagaimana yang ada dalam hadits-hadits lain. (Fathul Bari, 9/501)

☝Pun ayah bunda tak lupa memilihkan nama terbaik bagi anaknya.
Namun toh semua itu tetap tak lepas dari tinjauan syariat, ketika Rasulullah shalallahu 'alaihi wa sallam telah memberikan tuntunan:“Sesungguhnya nama yang paling dicintai oleh Allah adalah Abdullah dan Abdurrahman.” (HR. Muslim no. 2132

👋Ucapan Rasulullah Shalallahu'alaihi wa sallam  ini menunjukkan keutamaan kedua nama itu atas seluruh nama, demikian dijelaskan oleh Al-Imam An-Nawawi (Syarh Shahih Muslim, 14/113).

👉Ayah dan ibu pun bisa memilihkan nama dari deretan nama-nama para nabi.
👉Bahkan demikian yang dilakukan oleh Rasulullah Shalallahu'alaihi wa sallam  bagi putranya, dan demikian pula yang beliau berikan kepada anak-anak shahabatnya. Beliau berikan nama Ibrahim kepada anak Abu Musa Al-Asy’ari, dan Yusuf kepada anak Abdullah bin Salam, sebagaimana dikisahkan sendiri oleh Yusuf bin Abdillah bin Salam:“Rasulullah memberiku nama Yusuf dan mendudukkan aku di pangkuan beliau serta mengusap kepalaku.” (HR. Al-Bukhari dalam Al-Adabul Mufrad, dikatakan oleh Asy-Syaikh Al-Albani dalam Shahih Al-Adabul Mufrad no. 282 bahwa isnadnya shahih)

👋Tak layak dilalaikan, ada nama-nama yang haram disandang.Kita bisa melihat penjelasan Rasulullah mengenai hal ini.“Sesungguhnya nama yang paling hina di sisi Allah adalah seseorang yang bernama Malikul Amlak (raja dari seluruh raja).”

👉Ibnu Abi Syaibah menambahkan dalam riwayatnya: “Tidak ada raja kecuali Allah Ta'ala.” Al-Asy’atsi berkata bahwa Sufyan mengatakan:”Seperti Syahan Syah.” (HR. Al-Bukhari no.6206 dan Muslimno. 2143)

☝Kita simak ucapan Al-Imam An-Nawawi Rahimahullah ketika menjelaskan hadits ini. Beliau mengatakan bahwa pemakaian nama ini haram, demikian pula memakai nama-nama Allah Subhanahu wa ta'ala yang khusus bagi diri-Nya, seperti Al-Quddus (Yang Maha Suci), Al-Muhaimin (Yang Maha Memelihara), Khaliqul Khalq (Pencipta seluruh makhluk), dan sebagainya. (Syarh Shahih Muslim, 14/122)

👎Penamaan yang terlarang ini tidak hanya mencakup dalam lafadz bahasa Arab, namun lafadz dalam bahasa lain apabila maknanya demikian pun terlarang.

☝Kita lihat dalam hadits di atas, Sufyan bin ‘Uyainah Rahimahullah memasukkan nama Syahan Syah –yang bukan berasal dari lafadz bahasa Arab namun bermakna serupa dengan Malikul Amlak– dalam larangan ini.

👋Hal ini dijelaskan oleh Al-Imam Al-Mubarakfuri. Beliau menyatakan bahwa Sufyan bin ‘Uyainah memberikan peringatan bahwa nama yang tercela ini tidak terbatas pada Malikul Amlak saja.

👉Akan tetapi, seluruh nama yang menunjukkan makna tersebut dengan bahasa apa pun termasuk dalam larangan ini. (Tuhfatul Ahwadzi, 8/102)

☝Begitu pula nama-nama yang mengandung tazkiyah(1) ataupun nama-nama yang buruk, sehingga didapati kisah-kisah Rasulullah Shalallahu 'alaihi wa sallam mengganti nama-nama itu dengan nama yang lebih baik.

☝Inilah penuturan Abdullah bin ‘Umar Radhiyallahu 'anhumaa, mengungkapkan apa yang dilakukan oleh Rasulullah Shalallahu'alaihi wa sallam:

“Anak perempuan ‘Umar bin Al-Khaththab bernama ‘Ashiyah (wanita yang suka bermaksiat), maka Rasulullah Shalallahu 'alaihi wa sallam  memberinya nama Jamilah (wanita yang cantik).” (Shahih, HR. Muslim no. 2139)

✋Ibnul Atsir Rahimahullah mengatakan –dalam penjelasan beliau yang dinukil di dalam ‘Aunul Ma’bud– bahwa Rasulullah Shalallahu 'alaihi wa sallam  mengganti nama ‘Ashiyah tersebut karena syi’ar seseorang yang beriman adalah taat kepada Allah, sementara kemaksiatan adalah lawan dari ketaatan. (‘Aunul Ma’bud, 13/201)

👋Selain itu, ada pula putri Abu Salamah yang semula bernama Barrah (wanita yang suci) kemudian diganti oleh Rasulullah Shalallahu 'alaihi wa sallam  dengan nama Zainab. Dia mengisahkan sendiri peristiwa ini:“Dulu aku bernama Barrah, kemudian Rasulullah Shalallahu'alaihi wa sallam  memberiku nama Zainab.” (Shahih, HR. Muslim no. 2142)

✋Bahkan kedua istri beliau, Zainab bintu Jahsy dan Juwairiyah bintu Al-Harits Radhiyallahu 'anhumaa semula bernama Barrah, kemudian beliau mengganti nama mereka berdua. (Shahih, HR. Muslimno. 2140 dan 2141)

👋Al-Imam An-Nawawi Rahimahullah memberikan penjelasan bahwa hadits-hadits di atas mengandung makna penggantian nama yang jelek atau nama yang dibenci menjadi nama yang baik.

✋Telah pasti pula adanya hadits-hadits yang menerangkan bahwa Rasulullah Shalallahu 'alaihi wa sallam mengganti nama banyak shahabat.

☝Beliau Shalallahu 'alaihi wa sallam menjelaskan pula bahwa alasan penggantian nama ini ada dua, yaitu

👉karena mengandung tazkiyah (pensucian diri)

👉atau dikhawatirkan terjatuh dalam tathayyur(2). (Syarh Shahih Muslim, 14/120-121)

✋Kita lihat dalam kisah Ibnu ‘Umar Radhiyallahu 'anhu  di atas, Rasulullah Shalallahu'alaihi wa sallam tidak mengganti nama putri ‘Umar bin Al-Khaththab menjadi Muthi’ah (wanita yang taat) –padahal lawan dari kata ‘Ashiyah adalah Muthi’ah– karena ditakutkan nama tersebut mengandung tazkiyah. (‘Aunul Ma’bud, 13/201)

☝Ada satu hal yang perlu diketahui, dalam Islam disyariatkan memanggil seseorang dengan nama kunyah(3 ) walaupun orang itu belum memiliki anak.

👋Demikian pula yang dilakukan oleh Rasulullah Shalallahu 'alaihi wa sallam kepada seorang anak kecil, seperti yang kita dengar dalam penuturan oleh Anas bin Malik Radhiyallahu 'anhu :

🎀Rasulullah Shalallahu'alaihi wa sallam  adalah orang yang paling baik akhlaknya, dan aku mempunyai saudara laki-laki yang telah disapih yang dipanggil Abu ‘Umair. Apabila Rasulullah Shalallahu'alaihi wa sallam  datang kemudian melihatnya, beliau biasanya mengatakan: ‘Wahai Abu ‘Umair! Apa yang dilakukan burung kecilmu?’ Dia biasa bermain-main dengan burung kecil itu.”
 (Shahih, HR. Muslim no. 2150)

☝Perbuatan Rasulullah Shallahu 'alaihi wa sallam ini menunjukkan bolehnya memberikan nama kunyah kepada seseorang yang belum memiliki anak atau kepada anak-anak, dan ini bukan termasuk dusta.

☝Demikian dijelaskan oleh Al-Imam An-Nawawi Rahimahullah  ketika membicarakan hadits ini.
(Syarh Shahih Muslim, 14/129)

👍👍Manakala telah gamblang tuntunan Rasulullah Shalallahu alaihi wa sallam , apakah selayaknya seorang ayah atau seorang ibu –yang ingin memberikan seluruh kebaikan bagi putra-putrinya yang mengemban segenap harapan mereka– akan melalaikan hal ini? Karena bagaimanapun, sebaik-baik tuntunan adalah tuntunan Nabi Shalallahu 'alaihi wa sallam.


Wallahu ta’ala a’lamu bish-shawab.

📝Catatan Kaki:

🍎1.  Tazkiyah adalah nama yang mengandung pensucian.

🍎2  Tathayyur adalah anggapan untung/ sial karena adanya suatu tanda, misalnya burung, hari, bulan, dll.

🍎3  Kunyah adalah nama yang menggunakan Abu atau Ummu, biasanya diambil dari nama anak pertama atau anak laki-laki pertama.Atau yang diawali dengan Ibnu atau Bintu.



📪 Sumber:
http://asysyariah.com/segenap-asa-dalam-sebuah-nama/

Anak Saleh, Sebuah Dambaan

🎀🌷🌷🎀🌷🌷🎀

Anak Saleh, Sebuah Dambaan
*******************

✏Oleh: Ustadzah Ummu ‘Umar


🌷Siapa yang tidak ingin memiliki anak yang saleh, berakhlak mulia, dan berbakti kepada orang tua?, setiap orang yang berakal sehat pasti sangat mendambakannya.

👋Bahkan, orang tua yang bergelimang kemaksiatan pun, saat berpikir sehat, tentu tidak ingin anaknya melakukan hal yang sama dengan yang ia lakukan.

👍Memang, anak saleh adalah anugerah yang sangat besar bagi setiap hamba. Betapa tidak, budi pekerti mereka yang indah akan senantiasa menyejukkan pandangan orang tua. Terlebih lagi seorang muslim yang mengetahui bahwa anak adalah hasil usahanya, sehingga saat anak-anak beramal saleh, orang tua pun mendapat bagian pahalanya.

☝ Bahkan, ketika orang tua telah tiada, hanya anak salehlah yang mengingatnya, mendoakan kebaikan, dan memintakan ampunan untuknya.

👍Demikian besar nikmat tersebut sehingga seorang muslim tentu akan selalu berusaha mendapatkannya, sejak dari memilih pasangan yang saleh atau salehah, menambah pengetahuan tentang cara tepat mendidik anak, mendoakan kebaikan untuk anak, hingga berbagai usaha lainnya.

☝Namun, dalam menempuh seluruh usaha itu, perlu kita ingat bahwa kita hanyalah manusia biasa. Kita makhluk lemah yang hanya bisa berusaha tanpa bisa menentukan hasil yang didapat.

✋Seperti itu pula halnya mendidik anak. Para orang tua hanya mampu berusaha semaksimal mungkin, adapun yang bisa memberikan petunjuk kepada seluruh manusia, termasuk anak-anak, adalah Allah ta'ala semata, tidak ada yang lain.
Allah sajalah yang memberikan petunjuk kepada siapa yang Dia kehendaki.

👋Demikian pula sebaliknya.Contoh nyata dapat kita lihat dari kehidupan para nabi. Nabi Nuh 'alaihis salaam rasul pertama yang Allah ta'alaa utus di muka bumi ini, tidak diragukan, seorang rasul tentu menginginkan kebaikan bagi seluruh manusia, terlebih keluarganya. Tidak diragukan pula ilmu yang dimilikinya, karena beliau langsung menerima wahyu dari Allah ta'alaa.

👋 Namun, siapa yang mampu menolak ketentuan Allah? Ternyata, putra beliau sendiri tidak mau beriman dan enggan mendengarkan kata-kata sang ayah.

🌷Allah Ta'alaa mengisahkan dalam al-Qur’an, saat banjir mulai melanda kaum Nabi Nuh 'alaihis salaam,  beliau memerintahkan orang-orang untuk naik ke atas kapal agar selamat. Demikian pula kepada keluarga tercinta, Beliau 'alaihis salaam juga memerintah sang putra untuk ikut serta naik ke kapal itu.

👎 Namun, apa jawaban sang putra?

“Anaknya menjawab, ‘Aku akan mencari perlindungan ke gunung yang akan melindungiku dari air bah.’
Nuh berkata, ‘Tidak ada yang bisa melindungi pada hari ini dari azab Allah selain Allah saja Yang Maha Penyayang.’
Gelombang pun menjadi penghalang antara keduanya,maka jadilah anak itu termasuk orang-orang yang ditenggelamkan.”(Hud: 43)

☝Setelah itu, Nabi Nuh 'alaihis salaam menyeru kepada Allah Ta'ala bahwa putra beliau adalah bagian dari keluarganya. Beliau menginginkan agar putranya selamat dari api neraka pada hari kiamat. Namun, Allah ta'alaa menegur Nabi Nuh sehingga beliau pun meminta ampun kepada Allah

“Nuh berkata, ‘Wahai Rabb-ku, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari memohon kepada-Mu sesuatu yang aku tidak mengetahui hakikatnya. Sekiranya Engkau tidak memberikan ampun kepadaku dan tidak mengasihiku,niscaya aku akan termasuk orang-orang yang merugi’.”
(Hud: 47)

☝Contoh lain adalah kisah Nabi Ibrahim 'alaihis salaam. Beliau hidup di tengah-tengah masyarakat yang menyekutukan Allah Ta'ala,

✋Bahkan, ayah beliau sendiri adalah orang yang membuat patung-patung untuk disembah.

👋Namun sungguh indah ketetapan Allah ta'ala, Ibrahim 'alaihis salaam, anaknya, menjadi orang yang mentauhidkan-Nya tidak bisa dicegah oleh seorang pun.

 💡Coba kita pikirkan, di lingkungan yang penuh kesyirikan itu, siapa yang mengajari Nabi Ibrahim 'alaihis salaam?
Siapa yang membuat beliau tidak nyaman berada di tengah masyarakat beliau?
Siapa yang membuat beliau membenci kesyirikan?
Tidak lain, hanya Allah yang bisa melakukan itu semua. Allahlah yang memberikan petunjuk ke dalam dada beliau.

✋Demikian pula Nabi Ibrahim 'alaihis salaam, tidak bisa memberikan petunjuk kepada sang ayah. Allah menyebutkan bahwa Nabi Ibrahim 'alaihis salaam,  berusaha menasihati sang ayah dengan perkataan yang lembut. Beliau memanggil sang ayah dengan panggilan yang menunjukkan kasih sayang anak terhadap bapaknya. Namun, apa jawaban sang ayah? Dia mengatakan

“Bapaknya berkata, ‘Apakah kamu membenci tuhan-tuhanku, wahai Ibrahim? Jika kamu tidak berhenti, niscaya kamu akan kurajam, dan tinggalkanlah aku untuk waktu yang lama’.”
(Maryam: 46)

☝Demikianlah, gambaran dari kisah di atas, seorang yang saleh, tetapi anaknya tidak meniru kesalehannya.

👋Di sisi lain, ada orang yang jahat, bahkan kafir atau musyrik, tetapi anaknya diberi petunjuk oleh Allah Subhaanahu wa ta'aala sehingga menjadi orang yang saleh.

👉Masih banyak contoh mengenai hal ini. Bahkan, kenyataan ini kerap terjadi di lingkungan masyarakat kita.

✋Oleh karena itu, semakin teranglah, bahwa tidak ada yang dapat memberikan petunjuk kepada seorang hamba melainkan hanya Allah  Subhaanahu wa ta'alaa semata.

☝Namun, Pembaca, hal ini tidak lantas membuat orang tua menyerah tanpa berusaha. Mereka justru harus bersemangat mengusahakan kesalehan anak-anak mereka.

👍Sebab, di samping realita yang disebutkan di atas, sering kita dapati pula kesalehan orang tua menjadi satu sebab kesalehan anak, dengan petunjuk dari Allah  Subhaanahu wa ta'alaa tentunya. Sebutlah sebagai contoh, Nabi Ibrahim 'alaihis salaam

☝Beliau dijuluki bapak para nabi karena banyak keturunannya yang menjadi nabi.

👉Nabi Sulaiman 'alaihis salaam, ayah beliau seorang nabi.

☝Demikian pula halnya para sahabat. Banyak sahabat yang mulia memiliki keturunan yang mulia pula.

☝Begitu pula para ulama, banyak di antara keturunannya menjadi ulama juga.

👍Jadi, orang tua mesti berusaha mendidik anak-anaknya agar menjadi anak yang saleh.

☝ Namun, mereka harus senantiasa ingat bahwa hanya Allahlah yang memberikan petunjuk.

👐Maka dari itu, kita harus senantiasa berdoa, memohon kesalehan bagi keturunan-keturunan kita. Hal ini telah diteladankan oleh para nabi. Mereka senantiasa memohon kepada Allah agar dikaruniai anak yang saleh.Nabi Zakaria 'alaihis salaam berdoa,

“… maka anugerahilah aku dari sisi-Mu seorang putra yang akan mewarisiku dan mewarisi sebagian keluarga Ya’qub, dan jadikanlah dia, wahai Rabb-ku, seorang yang diridhai.”
(Maryam: 5-6)

🌷Beliau juga berdoa,


“Wahai Rabb-ku, anugerahkanlah kepadaku dari sisi-Mu seorang anak yang baik. Sesungguhnya Engkau Maha Mendengar doa.”
(Ali ‘Imran: 38)

☝Seperti itu pula yang dilakukan oleh Nabi Ibrahim 'alaihis salaam. Banyak doa beliau yang disebutkan oleh Allah Subhanahu wa ta'ala. Dalam al-Qur’an. Di antaranya:ﯯ  ﯰ  ﯱ  ﯲ  ﯳ    

 “Wahai Rabb-ku, anugerahkanlah kepadaku (seorang anak) yang termasuk orang-orang yang saleh.”(ash-Shaffat: 100)

👐Dalam ayat lain, beliau juga berdoa

“… dan jauhkan aku beserta anak cucuku dari menyembah berhala.”(Ibrahim: 35)

☝Demikianlah, Pembaca, semestinya kita menyadari bahwa Dia semata yang mampu memberikan petunjuk. Bagi kita hanya diberikan ruang untuk berdoa dan berusaha dengan sungguh-sungguh. Hanya kepada-Nya kita memohon anak yang saleh.

Wallahu a’lam.

📪 Sumber;
Http://qonitah.com.

Dampak Buruk Sering Marah dan Membentak Anak

💡 Info Psikologis:

〰📢〰📢〰📢〰

DAMPAK BURUK SERING MARAH  dan MEMBENTAK ANAK
        〰🔇🔇🔇〰

💧Apakah Antuna suka marah  dan membentak pada anak?

Wahai Ummah, ketahuilah, sebaik-baik teladan adalah Rasulullah صلى الله عليه وسلم. Dalam segala aspek kehidupan. Termasuk dalam hal mendidik anak.

Sekian banyak kitab-kitab ulama membahas mengenai tarbiyah aulad-pendidikan anak-.

Maka kita wajib mengilmuinya terutama Bagi kita yang telah menyandang gelar "orang tua".

⚠Dan artikel Psikologis berikut sama sekali tidak ditujukan untuk mengesampingkan sebaik-baik ajaran yakni - Islam 'ala fahmi salafyl ummah-

〰Akan tetapi, dengan ini penulis harapkan dapat menjadi ilmu tambahan bagi ummahat -khususnya- agar termotivasi lagi untuk menghindari membentak atau pun marah-marah.

🌙Dan inilah hasungan syariat untuk meninggalkan akhlak tercela tersebut:

➖🌹➖🌹➖🌹➖


عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ أَنَّ رَجُلاً قَالَ لِلنَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: أَوْصِنِي،

 قَالَ: لاَ تَغْضَبْ فَرَدَّدَ مِرَاراً،
قَالَ: لاَ تَغْضَبْ

((رواه البخاري))

[Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, bahwa ada seorang laki-laki berkata kepada Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam:

“Berilah wasiat kepadaku”. Sabda Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam:

 “Janganlah engkau marah”.
Maka diulanginya permintaan itu beberapa kali. Sabda beliau:

 “Janganlah engkau marah”.

(HR. al-Bukhari)
➖🌹➖🌹➖🌹➖

Dan membentak itu identik dengan amarah. Bagi sebagian orang- terutama yang bertipe temperamental-maka jika marah, cenderung lisan dekat sekali dengan membentak.

❌Subhaanallah, Dari segi syariat maka telah jelas marah-marah Dan membentak itu merupakan akhlak tercela.

🔎Adapun Dari segi Psikologis, tahukah Anda bahwa :
"sering memarahi anak dengan membentaknya juga termasuk dalam bentuk kekerasan verbal yang bisa memengaruhi psikis anak"

Seorang psikolog  anak dan remaja Ratih Zulhaqqi, M.Psi mengutarakan bahwa

"Terbiasa dimarahi dan dibentak, apalagi anak pada dasarnya tidak merasa mendapat kekerasan karena hal itu dilakukan orang terdekat seperti orang tua atau saudara, terbentuklah pemikiran bahwa membentak, memukul dan tindak kekerasan lain adalah bentuk kasih sayang,"

🌾Aduhai,
Alangkah berdosanya kita, jika membiasakan marah-marah Dan membentak pada putra/i kita. Disamping jelas  melanggar syariat yang mulia ini, ternyata secara Psikologis dampaknya :

❌Disadari atau tidak,kebiasaan  membentak anak sama dengan menanamkan persepsi pada buah hati kita bahwa itu adalah sebuah bentuk kasih sayang.
Na'udzubillah.

❌Selain hal diatas, kebiasaan MARAH dan membentak anak dapat berakibat sbb:

Akibatnya;
1⃣Anak akan meniru hal tersebut dalam kesehariannya.

2⃣Dia jadi mudah marah, sulit mengendalikan, emosi, dan suka teriak-teriak.

3⃣ Anak bisa jadi selalu cemas, merasa tidak aman, tidak nyaman

4⃣Anak menjadi tidak percaya diri dan tidak bisa memposisikan dirinya dengan tepat,

Itu masih 4 poin,
إنّا لله و إّنا إليه راجعون...

Mungkin ada sekian poin dampak negatif lain dalam ilmu Psikologi.

Wahai Ummah....
Setidaknya yang 4 ini saja sudah membuat hati kita terpanggil untuk menyudahi kebiasaan jelek dalam mendidik selama ini.

🌹Adapun yang sudah diberi taufiq-Nya selalu sabar dalam mendidik anak-anak, bisa menahan emosi, amarah Dan meninggalkan membentak-bentak ..maka bersyukurlah Anda...
Sungguh Nikmat yang luar biasa karena disana ada makhluk Allah yang dilahirkan dengan watak temperamental -MUDAH marah, membentak bahkan memukul-

Na'udzubillah...

Sebelum menyudahi tulisan ini ana ingin mengajak Antuna untuk  merenungi ucapan Ulama Salaf berikut:

💎‘Umar bin Abdul ‘Aziz t berkata:
 “Telah beruntung orang yang dijaga dari hawa nafsu, kemarahan, dan ketamakan.”

💎Ja’far bin Muhammad  berkata:
“Kemarahan itu adalah kunci dari segala macam kejelekan.”

💎Dikatakan kepada Ibnul Mubarak:
“Himpunkanlah untuk kami akhlak-akhlak yang baik dalam satu kata!”
Beliau mengatakan: “Meninggalkan marah.”

(Jami’ul ‘Ulum Wal Hikam, hal. 372, 379)

💎Ibnul Qayyim  berkata:
“Kemarahan itu membinasakan. Dia merusak akal sebagaimana khamr dapat menghilangkan kesadaran.”

(An-Nubadz fi Adabi Thalabil ‘Ilmi hal. 155)

🌸 Akhir kata,
Sungguh tak ada kebaikan sama sekali pada amarah yg didasari emosi belaka.

Maka sebagai ibu,
Sudah menjadi kemestian untuk berSABAR.
Menghadapi anak-anak, yang itu adalah amanah dari Allah dengan sebaik-baik akhlak.
Ingatlah: "Ibu adalah sekolah pertama"



🏡Darimu kami belajar Ibu..
Kami ingin menjadi anak shalih Dan shalihah, maka didiklah Kami dengan akhlak mulia...


بارك الله فيكم..
الحمد لله..
Semoga tulisan ini menjadi pengingat untuk penulis secara pribadi.
Kita memohon Hidayah Dan  taufiq-Nya...

أختكن في الله
أم عبد الله ناجية

📚sumber bacaan:

http://asysyariah.com/marah/
http://m.detik.com/health/read/2014/07/23/171510/2646327/1301/sering-membentak-anak-saat-marah-ini-dampak-negatifnya-bagi-psikis-anak

Metode Pendidikan Anak Dalam Bentuk Hukuman (Bagian 3)

Metode pendidikan anak dalam bentuk hukuman.3⃣
*****************


🌷 Metedo lain yang dapat  diterapkan tatkala buah hati kita melakukan kesalahan adalah memaafkan.

☝Memaafkan kesalahan anak lebih baik daripada menghukum anak.
( Faidah dari syaikhah
Ummu Abdillah Zainab Hafizhahullah).

👉 Lihatlah bagaimana perlakuan Rasulullah shalallahu 'alaihi wa sallam kepada sahabat Anas bin Malik Radhiyallahu 'anhu semasa beliau kecil menjadi khadim Radulullah Shalallahu 'alaihi wa sallam,
Selama 10 tahun bersama Rasulullah tidak sekalipun Anas bin Malik mendapatkan Rasulullah marah disebabkan kesalahan yg dilakukannya.

👋 Betapa indahnya syariat ini...
Anak yg melakukan pelanggaran Syariat ( Sholat) setelah berusia 10 tahun baru medapatkan pukulan itupun bukan pukulan yg menyakitkan anak.

☝Lalu bagaimana dengan kesalahan yg buah hati kita lakukan berupa kenakalan yang wajar dilakukan  anak kecil,
Apakah pantas mereka mendapatkan kecaman bahkan hukuman?

👐Semoga Allah mengaruniakan kita anak yg sholih, yang bukan hanya didunia kita menikmati bakti mereka, akan tetapi di akhirat kelak mereka akan memberikan syafaat buat kita yang sarat akan lalai dan dosa-dosa ini...

و الذين يقولون ربنا هب لنا من أزواجنا  و ذريتنا قرة أعين واجعلنا للمتقين إماما

ربنا هب لبا من لدنك ذرية طيبا...

ربنا هب لنا من الصالحين.

📬 Faidah dari Tausiyyah Ustadzah Ummu Ubaidillah Hafizhahallah.( mudhirah Tahfizh Putri mahad darus salaf pendem sragen) kepada pengurus dan Pengajar. Awal ajaran baru
Pada tanggal 10 syawal 1436 H/ 27 juli 2015.
Dengan beberapa tambahan.