Selasa, 04 Agustus 2015

Berhitung 1-10

Bismillah,
Ini hasil belajar  Abdurrahman bin Rahadian untuk hari ini..

Alhamdulillah..

Semoga menginspirasi ya Ummah,
Baarokallahufiik

Tips:
-Ajak anak menghafal hitungan 1-10 dalam bahasa Indonesia dan Arab
-Ajak anak mewarnai lembar kerja

-Gunakan spidol/bolpoin/crayon warna warni utk mengubungkan angka dengan gambar. Hal ini sekaligus untuk belajar warna baik dlm bhs Indonesia / Arab.

-Gunakan buku2 bekas (misal buku tk bekas kakak atau majalah2 bekas yang ada gambar dan angka), nahh Antuna dapat mengguntingnya lalu menyuruh Ananda untuk menempel pada selembar kertas

Senin, 03 Agustus 2015

WARNING: Yang menjadi Orang Tua WAJIB baca ini!

Pengaruh Ortu Terhadap Anak

Al-Imam Ibnul Qayyim rahimahullah mengatakan,

“Betapa banyak orang yang mencelakakan anaknya
—belahan hatinya—di dunia dan di akhirat
karena tidak memberi perhatian dan tidak memberikan pendidikan adab kepada mereka.

Orang tua justru membantu si anak menuruti semua
keinginan syahwatnya. Ia menyangka bahwa dengan berbuat
demikian berarti dia telah memuliakan si anak, padahal
sejatinya dia telah menghinakannya.

Bahkan, dia beranggapan, ia telah memberikan kasih sayang kepada
anak dengan berbuat demikian.

Akhirnya, ia pun tidak bisa mengambil manfaat dari keberadaan anaknya. Si anak justru membuat orang tua terluput mendapat bagiannya di dunia dan di akhirat. Apabila engkau meneliti kerusakan yang terjadi pada anak, akan engkau dapati bahwa keumumannya
bersumber dari orang tua.” (Tuhfatul Maudud hlm. 351)

KENAPA ANAK MENJADI RUSAK?

Beliau rahimahullah menyatakan pula,

“Mayoritas anak menjadi rusak dengan sebab yang
bersumber dari orang tua, dan tidak adanya perhatian mereka
terhadap si anak, tidak adanya pendidikan tentang berbagai
kewajiban agama dan sunnah-sunnahnya.

Orang tua telah menyia-nyiakan anak selagi mereka masih kecil, sehingga anak tidak bisa memberi manfaat untuk dirinya sendiri dan
orang tuanya ketika sudah lanjut usia.

Ketika sebagian orang tua mencela anak karena kedurhakaannya, si anak menjawab,
‘Wahai ayah, engkau dahulu telah durhaka kepadaku saat aku kecil, maka aku sekarang mendurhakaimu ketika engkau telah lanjut usia. Engkau dahulu telah menyia- nyiakanku sebagai anak, maka sekarang aku pun menyia- nyiakanmu ketika engkau telah berusia lanjut’.” (Tuhfatul Maudud hlm. 337)

Maksudnya orang tua durhaka kpd anak adalah saat mereka kecil,ortu tidak memberikan hak2 mereka berupa tarbiyah islamiyah yg baik, dengan kata lain, ortu hanya berorientasi duniawi, memenuhi segala kebutuhan anak secara duniawi akan tetapi ortu lalai -menelantarkan- tarbiyah islamiyah 'ala fahmi salafil ummah. Mereka biarkan anak mereka tanpa pendidikan islami yg sesuai Al Qur'an dan Sunnah. Inilah makna durhaka kpd anak, wallahu a'lam bish showab.

Baca:
http://asysyariah.com/permata-salaf-pengaruh-orang-tua-terhadap-anak/

Selasa, 14 Juli 2015

Manajemen Keseharian dan Evaluasi BMR


Manajemen Keseharian dan Evaluasi BMR

 



Sebagian besar Antuna yang ingin memulai BMR  biasanya memiliki pertanyaan-pertanyaan semacam ini : Bagaimana sih BMR nanti harus  dijalani? Bagaimana BMR untuk anak usia dini? Dan bagaimana juga dengan anak-anak yang sudah usia sekolah? 

Naah, dari pertanyaan-pertanyaan semacam tadi, berikut gambaran tentang manajemen dalam keseharian BMR

Proses BMR dengan sekolah formal (misal Raudhatul Athfal, tk, Ma'had, Ibtidaiyyah dll) memiliki beberapa perbedaan. Di antaranya adalah :

Sekolah Formal Homeschooling
Polanya terstruktur Polanya lebih fleksibel
Belajarnya terjadwal Ada pilihan, mau terstruktur atau tidak terstruktur
Jadwalnya pasti, diatur dan direncanakan sejak jauh-jauh hari dari pusat (yakni pihak Ma'had) Jadwalnya longgar, fleksibel, bebas menentukan jadwal
Kontrol eksternal (yakni para Ustadz/ah) Kontrol internal, ada pada orangtua





Manajemen Keluarga. 

 

Hubungan ortu dan anak beda dengan hubungan guru dengan murid. Kalau dengan guru, sifatnya fomal, suka tidak suka anak harus patuh dan menuruti gurunya. Tapi ketika berada di rumah, semua menjadi lebih informal. Komunikasi tidak bisa hanya dengan perintah. Dalam komunikasinya, yang terpenting adalah kenyamanan interaksi keluarga. Orangtua harus merasa nyaman bersama anak, anak juga merasa nyaman bersama orangtuanya. Ini penting, karena tanpa adanya rasa saling nyaman ini proses BMR tidak akan dapat berjalan dengan baik.

Selain itu, penting pula untuk bersepakat tentang pembagian peran antara ibu dan ayah. Dalam homeschooling, beban terbesar ada pada ibu. Jadi suara ibu harus mendapatkan porsi yang lebih besar. Karena bagaimanapun tugas domestik rumah tangga sesungguhnya sudah cukup berat bagi ibu, karena itu harus ada pembagian peran antara ibu dan ayah dalam pelaksanaan BMR. Meski kembali lagi pada masing-masing keluarga.
*Ada yang memang kendali penuh ada pada ibu (khusus untuk proses belajar mengajar), sementara ayah cukup ACC atau memberikan fasilitas.
*Ada pula yang bisa dikendalikan bersama-sama dengan pembagian tugas.
Jangan lupa untuk menyepakati hal-hal yang penting dan dapat ditolerir. Seperti misalnya menyederhanakan keseharian keluarga (seperti merencanakan hemat waktu dalam memasak, mencuci, beres-beres rumah, dll), saling memaklumi dan membantu antar anggota keluarga, dan pastikan untuk mengkomunikasikan segala sesuatunya dengan baik. Sebisa mungkin, hindari konflik yang tidak perlu. Masalah sepele, tidak perlu dibuat besar. Komunikasikan saja dengan pasangan atau anak-anak.

Perlu juga melibatkan anak dalam keseharian kita, sebagai anggota tim. Dengan catatan, berikan anak-anak kepercayaan akan kemampuan mereka, mulai dari hal-hal yang sederhana, apresiasikan meskipun keterlibatan mereka belum sempurna, luangkan waktu dan sediakan stok kesabaran yang lebih dalam menghadapi mereka, lalu jalani dengan rutin. Boleh juga melakukan kegiatan-kegiatan bersama untuk membangun ikatan yang lebih antara orangtua dan anak.

Kemudian, yang tak kalah penting adalah membangun pola dalam keluarga dengan rutinitas. Anak-anak itu membutuhkan rutinitas harian sebagai persiapan diri dalam menghadapi sistem yang terstruktur dalam kehidupan mereka di masa depan, jadi ada baiknya kita membantunya menentukan rutinitas dan membangun konsistensi.

Manajemen Proses Belajar

Kita bisa menyediakan materi kegiatan yang siap pakai dan letakkan di tempat yang terjangkau oleh anak-anak. Misalnya dengan mengatur benda-benda yang sesuai dengan kepemilikan dan usia anak, materi-materi belajar, dsb. Lalu tentukan hal minimal yang dilakukan sehari-hari, misalnya belajar apa hari ini, bisa kita tentukan minimalnya. Contohnya, minimal dalam sehari anak usia tk wajib belajar menghafal surat-surat pendek dan membaca AISM (Anak Islam Suka Membaca. Contoh lain tafadholna dimuraja'ah disini:

 Yang terpenting adalah anak-anak harus merasa dihargai atas apa yang sudah mereka lakukan, dan kemudian menjalaninya dengan konsisten.
Tentukan juga pola belajar yang sesuai dengan masing-masing anak. Setiap anak punya pola yang berbeda-beda, jadi tidak masalah jika kita membuat jadwal dan model belajar sesuai dengan pola mereka masing-masing. Yang penting, fokus pada tujuan.
Dalam memilih alat evaluasi, kita juga bisa menentukannya bersama sesuai dengan kebutuhan keluarga kita masing-masing. Mau dengan soal ujian boleh, atau dengan menyusun portofolio atau dokumentasi proses belajar mereka.

Manajemen Waktu

Untuk mempermudah, buatlah prioritas sesuai dengan masing-masing anak. Misalnya, untuk si Sulung, buat target dalam semester ini dia selesai materi apa. Begitu juga dengan adiknya, tentukan target sesuai dengan kondisi dan kemampuannya.
Boleh juga membuat jadwal tertulis, khususnya untuk anak-anak usia sekolah. Manfaatkan fleksibilitas dalam homeschooling. Walaupun ada jadwal, tapi homeschooling bisa lebih fleksibel.

Menghindari Masa Capek

Tidak bisa dipungkiri bahwa dalam menjalani BMR, pasti akan ada masa-masa lelah, masa jenuh. Dan itu wajar. Karena itulah kita perlu menyederhanakan target, lalu fokus pada tujuan kita. Tidak perlu terlalu stress atau membebani diri sendiri.
Lakukan hal yang disenangi bersama dengan keluarga, untuk menghindari masa capek. Kita bisa jalan-jalan keluar, melakukan hal-hal yang kita senangi bersama-sama dengan suami dan anak.
Latih dan support anak untuk belajar mandiri, tidak harus selalu didampingi tapi tetap dalam jangkauan pengawasan kita. Jadi saat kita sedang lelah, anak-anak tetap bisa melakukan kegiatan mereka sendiri. Agar anak juga belajar untuk mencari apa yang mereka senangi sendiri, sekaligus belajar untuk mengevaluasi diri mereka sendiri.


Evaluasi Homeschooling

Evaluasi adalah alat untuk memperbaiki, bukan menghakimi. Evaluasi ini memiliki tujuan untuk merefleksikan proses BMR yang kita jalani. Apakah kita sudah berada di jalur yang sesuai dengan tujuan yang kita tetapkan? Apakah proses BMR selama ini sudah efektif dan menyenangkan?
Evaluasi juga merupakan alat komunikasi eksternal. Dengan adanya evaluasi kita juga bisa mengetahui apakah proses yang kita jalani ini sudah memenuhi standar dan apakah sudah bisa dibandingkan dengan orang lain. Evaluasi ini adalah umpan balik.

Alat Evaluasi

  • Pengamatan informal terhadap kegiatan
  • Komunikasi lisan melalui obrolan tentang hal tertentu
  • Portofolio karya
  • Latihan soal untuk kepentingan rapor

Semoga bermanfaat.
Baarokallahufikunna,

 

Kamis, 16 April 2015

Berkreasi dengan Origami

Origami atau melipat kertas, bukanlah sekedar seni melipat
kertas yang mengubah selembar atau beberapa kertas menjadi
sebuah model atau barang yang berguna , melainkan juga
mengajarkan kreativitas , ketekunan , ketelitian , imajinasi serta
keindahan.

Ketrampilan melipat kertas ini sangat dekat dengan dunia anak-anak, terbukti bahwa hampir di setiap TK mengajarkan teknik melipat
kertas kepada anak didiknya.

Dan origami ini menjadi salah satu pelajaran kreativitas yang
menyenangkan bagi anak - anak. Tak hanya menyenangkan, akan tetapi origami juga memberikan manfaat terhadap tumbuh kembang
anak . Layaknya mengaktifkan otak , motorik halus dan
meningkatkan kreativitas anak .

Selain aktifitasnya, sebagian besar model origami sangat disukai karena dibentuk menjadi miniatur atau merepresentasikan berbagai ragam benda.

Lalu, apa saja manfaat yang akan didapat anak dengan bermain origami?

- Melatih motorik halus pada anak sekaligus sebagai sarana
bermain yang AMAN ,MURAH, MENYENANGKAN dan KAYA MANFAAT.

- Lewat origami anak belajar membuat mainannya sendiri,
sehingga menciptakan kepuasan dibanding dengan mainan yang
sudah jadi dan dibeli di toko mainan.

- Membentuk sesuatu dari origami perlu melewati tahapan dan
proses tahapan ini tak pelak MENGAJARI anak untuk TEKUN, SABAR,
serta DISIPLIN untuk mendapatkan bentuk yang diinginkan.

- Lewat origami anak juga diajarkan untuk menciptakan sesuatu ,
berkarya dan membentuk model sehingga membantu anak
memperluas ladang imajinasi mereka dengan bentukan origami
yang dihasilkan .

- Apa yang dirasakan anak - anak ketika berhasil menciptakan
sesuatu dari tangan mungil mereka? KEBANGGAAN  dan KEPUASAN
sudah pasti . Terlebih lagi anak BELAJAR MENGHARGAI dan
mengapresiasi karya lewat origami .

- Belajar membaca diagram / gambar , berpikir matematis serta
perbandingan ( proporsi ) lewat bentuk - bentuk yang dibuat melalui
origami adalah salah satu keuntungan lain dari mempelajari
origami .

Selain manfaat - manfaat tadi, bermain origami juga MELATIH anak
BERKOMUNIKASI, mengungkapkan apa yang dipikirannya serta
memberikan waktu bermain yang menyenangkan bersama
orangtua . Seperti mengkomunikasikan bentuk apa yang tercipta
dari selembar kertas yang dilipat atau anak akan berlatih bertanya
kepada orangtua bila terganjal kesulitan di tengah jalan .

Nahh, ternyata...
Sekian manfaat akan didapatkan anak dari selembar kertas.
Bagaimana dengan Antunna , siap bermain origami bersama anak ?

Selasa, 14 April 2015

Motivasi Mengajari Si Kecil Menghafal Al Qur'an (Bag-1)

Bismillah,
Sebuah renungan,
Dan motivasi..
Kenapa saya harus mengajari anak saya menghafal Al Qur'an sejak kecil?

➖🌻🍃➖🌻🍃➖🌻🍃➖

👉Menghafal Kitabullah👈

(ditulis oleh: Al-Ustadzah Ummu Abdirrahman bintu Imran)

🎀 Kalau orang tua berbicara tentang cita-cita anak, biasanya yang tergambar adalah kemuliaan anak di masa mendatang. Entah sebagai apa pun dia nanti.

Namun, yang kita harapkan tentu bukanlah kemuliaan semu, tapi kemuliaan yang hakiki. Kalau berbicara tentang sesuatu yang hakiki, tentu rujukannya adalah syariat. Kita lihat apa yang ada dalam Kitabullah. Di sana disebutkan orang yang memiliki kemuliaan hakiki. Allah berfirman:

“Allah mempersaksikan bahwa tidak ada sesembahan yang berhak disembah selain Dia, begitu pula para malaikat dan ahlul ilmi (mempersaksikan demikian) dalam keadaan mereka menegakkan keadilan.” (Ali ‘Imran: 18)

🍃Al-Imam al-Qurthubi  rahimahullah menjelaskan bahwa ayat ini menunjukkan keutamaan ilmu serta kemuliaan dan
keutamaan para ulama. Seandainya ada orang yang lebih
mulia daripada ulama, pastilah Allah akan menyertakan
mereka bersama penyebutan nama Allah dan malaikat-Nya, seperti halnya Allah menyertakan para ulama dalam ayat ini.
(al-Jami’ li Ahkamil Qur’an, 4/41)

🌸🌸🌸Dalam ayat yang lain, Allah berfirman:

“Allah akan mengangkat orang-orang yang beriman di antara kalian dan orang-orang yang berilmu beberapa derajat.” (al- Mujadilah: 11)

Ayat ini menerangkan bahwa Allah akan mengangkat orang- orang yang beriman beberapa derajat di atas orang-orang yang tidak beriman.
Allah juga akan mengangkat orang-orang yang berilmu beberapa derajat di atas orang-orang yang
beriman.
Jadi, orang yang beriman sekaligus berilmu akan diangkat oleh Allah beberapa derajat karena imannya, kemudian diangkat lagi beberapa derajat karena ilmunya.
(Fathul Qadir, 5/232)

🌹🌹🌹Tak hanya itu,
dalam as-Sunnah kita dapati pula Rasulullah shallahu 'alaihi wasallam bersabda:
ﺍﻟْﻌُﻠَﻤَﺎﺀُ ﻭَﺭَﺛَﺔُ ﺍﻟْﺄَﻧْﺒِﻴَﺎﺀِ
“Ulama itu adalah pewaris para nabi.”

Sementara itu, kita telah mengetahui bahwa tidak ada
tingkatan yang lebih tinggi di atas tingkatan nubuwah
(kenabian). Dengan demikian, tentu tidak ada warisan yang
lebih mulia daripada warisan para nabi.

🍃🌷🍃Jelaslah, kalau KITA INGIN  ANAK-ANAK kita MULIA, kita harus mengARAHKAN mereka agar MENJADI ORANG-ORANG yang BERILMU.

👉Berarti, ada sederet panjang tugas kita dalam membimbing, mengarahkan, dan mengantarkan mereka dalam perjalanan menuntut ilmu. Kita perlu tahu, apa yang amat mereka butuhkan di awal perjalanan ini?

📖Dalam perjalanan menuntut ilmu, hendaknya anak-anak
mengawalinya dengan menghafal Al-Qur’an.

⚠Namun, ada anak-anak yang kurang berminat dan kurang tertarik untuk menghafal Al-Qur’an. Padahal—sekali lagi—ini merupakan bagian yang penting dalam perjalanannya menuntut ilmu.

🚦🏡Dalam keadaan seperti ini, dorongan orang tua amatlah dibutuhkan.

✒Demikian pula yang pernah dinasihatkan oleh Fadhilatusy Syaikh Muhammad bin Shalih al-’Utsaimin rahimahullah kepada para orang tua. Beliau mengatakan,

“Saya mengimbau saudara- saudara saya yang dikaruniai anak oleh Allah , hendaknya menyemangati anak-anaknya untuk mengikuti perkumpulan- perkumpulan tahfidz Al-Qur’an, dan selalu berpesan agar mereka mengikutinya secara teratur. Hal ini karena membaca Kitabullah adalah salah satu sebab datangnya kebaikan, dan baiknya anak merupakan kebaikan bagi orang tua, di dunia dan setelah wafatnya. Hal ini sebagaimana yang disabdakan
oleh Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam:

ﺇِﺫَﺍ ﻣَﺎﺕَ ﺍﻟْﺈِﻧْﺴَﺎﻥُ ﺍﻧْﻘَﻄَﻊَ ﻋَﻨْﻪُ ﻋَﻤَﻠُﻪُ ﺇِﻟَّﺎ ﻣِﻦْ ﺛَﻠَﺎﺛَﺔٍ، ﺇِﻟَّﺎ ﻣِﻦْ ﺻَﺪَﻗَﺔٍ ﺟَﺎﺭِﻳَﺔٍ، ﺃَﻭْ
ﻋِﻠْﻢٍ ﻳُﻨْﺘَﻔَﻊُ ﺑِﻪِ، ﺃَﻭْ ﻭَﻟَﺪٍ ﺻَﺎﻟِﺢٍ ﻳَﺪْﻋُﻮ ﻟَﻪُ

“Apabila seseorang meninggal, terputuslah semua amalannya kecuali tiga hal: sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, atau anak saleh yang selalu mendoakannya.”

Tidak diragukan lagi, bergabung dengan perkumpulan
semacam ini—maksud saya perkumpulan tahfidz Al-Qur’an— akan membuahkan berbagai kebaikan dan mencegah berbagai kerusakan. Di sana anak akan bisa menghafal Al- Qur’anul Karim, menumbuhkan kecintaan dan kesenangannya terhadap Al-Qur’an. Juga menciptakan keterikatan si anak dengan rumah Allah (masjid). Waktunya pun akan tersibukkan dengan urusan mulia ini. Selain itu, menghafal Al-Qur’an juga memberikan penjagaan yang baik terhadap anak, yaitu akan membuahkan pahala bagi orang tua atau walinya. Masyarakat pun akan mendapatkan ganjaran
dengan dibacanya Kitabullah di rumah-rumah Allah,
Tidaklah suatu kaum berkumpul di salah satu rumah
Allah untuk membaca dan saling mengajarkan Kitabullah,
melainkan akan turun ketenangan pada mereka, rahmat
meliputi kepada mereka, malaikat menaungi mereka, dan
Allahlakan menyebut mereka di hadapan para malaikat di
sisi-Nya.

👍Kegiatan ini juga akan mencegah berbagai kerusakan.
Dengan kegiatan ini, waktu tidak tersia-siakan, yang penyia- nyiaan waktu ini lebih berbahaya daripada penyia-nyiaan harta. Harta ada gantinya, sedangkan waktu tidak bisa diganti dengan yang lain. Setiap waktu yang berlalu tidak akan kembali, sebagaimana dikatakan:

“Hari kemarin telah berlalu dan tak akan kembali lagi.”

Kegiatan ini akan mencegah kerusakan yang diakibatkan oleh waktu luang, karena waktu luang itu mengandung begitu banyak kerusakan, sebagaimana dikatakan:

“Seorang pemuda dengan waktu luang dan kekuatan
membawa banyak kerusakan bagi seseorang.”
(Kitabul ‘Ilmi hlm. 225—226)

🍃🌹📖🌹🍃
Selain mendorong mereka untuk selalu hadir dalam majelis tahfidz Al-Qur’an, kita bisa pula menyampaikan anjuran dari Rasulullah shallahu 'alaihi wasallam  tentang keutamaan orang yang menghafal Al-Qur’an.

Kita sampaikan bahwa yang sedang mereka baca dan
hafalkan adalah kalamullah, ucapan Allah, Rabb kita dan
seluruh alam ini. Oleh karena itu, membaca dan
menghafalnya akan membuahkan keutamaan yang sangat
besar bagi mereka.

Rasulullah shallallahu pernah bersabda:

ﺧَﻴْﺮُﻛُﻢْ ﻣَﻦْ ﺗَﻌَﻠَّﻢَ ﺍﻟْﻘُﺮْﺁﻥَ ﻭَﻋَﻠَّﻤَﻪُ
“Sebaik-baik kalian adalah orang yang mempelajari Al-Qur’an dan mengajarkannya.” (HR. al-Bukhari no. 5027)

Kita mengingatkan mereka, bukankah mereka ingin menjadi seorang hamba yang terbaik di hadapan Allah l? Jika demikian, mereka harus bersemangat menghafal Al-Qur’an dan saling membantu dengan teman atau saudara mereka untuk menghafal Kitabullah ini, karena seseorang yang menghafal Al-Qur’an, mengajari orang lain membaca Al- Qur’an, dan membantu mereka untuk menghafalnya termasuk mengajarkan Al-Qur’an.

🍂🍂🍂Jika mereka mendapati kesulitan, kita harus mendorong mereka agar tidak berputus asa. Bahkan, kita meyakinkan bahwa mereka tetap mendapatkan kebaikan di sisi Allah. Kesusahan yang mereka alami ketika membaca dan menghafal Al-Qur’an akan mendapatkan pahala.

Ummul Mukminin ‘Aisyah radhiyallahu 'anha meriwayatkan bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam pernah
mengatakan:

ﺍﻟَّﺬِﻳْﻦَ ﻳَﻘْﺮَﺃُ ﺍﻟْﻘُﺮْﺁﻥَ ﻭَﻫُﻮَ ﻣَﺎﻫِﺮٌ ﻓِﻴْﻪِ ﻣَﻊَ ﺍﻟﺴَّﻔَﺮَﺓِ ﺍﻟْﻜِﺮَﺍﻡِ ﺍﻟْﺒَﺮَﺭَﺓِ، ﻭَﺍﻟَّﺬِﻳْﻦَ ﻳَﻘْﺮَﺃُ
ﺍﻟْﻘُﺮْﺁﻥَ ﻭَﻳَﺘَﺘَﻌْﺘَﻊُ ﻓِﻴْﻪِ ﻭَﻫُﻮَ ﺷَﺎﻕٌّ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻟَﻪُ ﺃَﺟْﺮَﺍﻥِ

“Seseorang yang membaca Al-Qur’an dengan mahir, ia
bersama malaikat yang diutus, yang mulia lagi senantiasa
berbuat taat. Adapun orang yang membaca Al-Qur’an dengan terbata-bata dan kesulitan akan mendapatkan dua
pahala.” (HR. al-Bukhari no. 5027 dan Muslim no. 798)

✅Orang yang mahir membaca Al-Qur’an adalah orang yang bagus dan kokoh bacaannya. Orang seperti ini bersama para malaikat utusan Allah yang mulia lagi senantiasa berbuat taat.
🍂🍂Adapun orang yang terbata-bata dalam membaca Al- Qur’an, yaitu orang yang membaca dengan mengeja dan mengalami kesusahan dalam membacanya, dia akan
mendapatkan dua pahala. Pahala yang pertama untuk
bacaannya, pahala yang kedua untuk kepayahan dan
kesusahannya. (Syarhu Riyadhish Shalihin, 3/161)

Hafalan Al Qur'an Untuk Si Kecil

Wahai Ibu...
Tidakkah kau menginginkan anakmu seperti 'Amr ibnu Salamah Al Jarmi?

Semangatlah,
Mereka adalah investasi akhirat kita...
Seorang anak shalih yang bisa memberikan syafaat bagi kedua orang tuanya, dengan izin Allah,
Kelak di hari kiamat..
Inilah sebuah motivasi yang perlu untuk terus kita tanamkan dihati kita..

🍂🍃🍂🍃🍂🍃🍂
Simak fatwa berikut:
🍂🍃🍂🍃🍂🍃🍂

           🌺Hafalan Al-Qur’an untuk Anak Kecil🌺

✒Bolehkah ayah dan ibu mengajarkan hafalan Al-Qur’an kepada anak mereka yang masih kecil, sementara keduanya tahu si anak terkadang melantunkan surat yang dihafalnya di kamar mandi saat buang hajat, atau si anak membacanya dengan cara yang tidak pantas (terhadap Al-Qur’anul Karim), dalam keadaan si anak telah berulang kali diperingatkan?

Jawab:
Fadhilatusy Syaikh Muhammad ibnu Shalih Al-’Utsaimin rahimahullah  menjawab,
“Iya, sepantasnya ayah dan ibu membacakan Al- Qur’anul Karim kepada anak mereka agar si anak menghafalnya dan keduanya memperingatkan si anak agar tidak membaca Al-Qur’an di tempat yang tidak sepantasnya.
Kalau toh anak-anak tetap melakukannya maka mereka
belum mukallaf (belum dibebani syariat, belum terkena
perintah dan larangan, pen.). Mereka tidak berdosa. Ketika
ayah atau ibu mendengar si anak membacanya di tempat
yang tidak layak, hendaknya menerangkan bahwa hal itu
tidak boleh.

🎀🎀Anak kecil harus dihasung untuk banyak menghafal Al-Qur’an. Disebutkan dalam Shahih Al-Bukhari tentang ‘Amr ibnu Salamah Al-Jarmi1 yang menjadi imam bagi kaumnya, padahal usianya baru enam atau tujuh tahun. Dan itu terjadi di masa Nabi shallahu 'alaihi wasallam.” (Majmu’ah As’ilah Tuhimmu Al-Usrah Al-Muslimah, hal. 151)

🔗Ket footnote:
1 )‘Amr bin Salamah menuturkan kelengkapan kisahnya: Kami bermukim di dekat sebuah mata air yang biasa dilewati orang-orang. Suatu ketika serombongan musafir yang berkendaraan melewati kami. Kami pun bertanya kepada mereka, “Bagaimana kabarnya orang-orang? Ada apa dengan mereka? Bagaimana dengan lelaki yang sedang ramai pemberitaannya?”
Mereka menjawab, “Lelaki itu mengaku Allah-lah yang mengutusnya dan memberi wahyu kepadanya.
Allah mewahyukan kepadanya ini dan itu (dengan
membacakan wahyu Al-Qur’an yang mereka maksud).”
Aku pun menghafal wahyu berupa ayat-ayat Al-Qur’an tersebut seakan-akan menempel dalam dadaku. Sementara itu kabilah-kabilah Arab menunda keislaman mereka sampai Fathu Makkah.
Mereka mengatakan,
“Biarkan dia dan kaumnya. Bila dia menang atas kaumnya berarti memang dia nabi yang benar.”
Tatkala terjadi Fathu Makkah, setiap kaum bersegera masuk Islam. Ayahku mendahului kaumku dalam
berislam. Saat ayahku datang dari menemui Nabi shallallahu 'alaihi wasallam ia berkata, “Demi Allah! Aku datang kepada kalian dari sisi nabi yang haq (benar-benar seorang nabi). Nabi itu berkata,
“Shalatlah kalian shalat ini di waktu itu dan shalat itu di waktu ini. Apabila datang waktu shalat, hendaklah salah seorang dari kalian menyerukan adzan dan hendaknya orang yang paling banyak hafalan Al-Qur’annya mengimami kalian.”

Mereka pun melihat siapa yang paling banyak hafalannya.
Ternyata tidak ada seorang pun dari kaumku yang paling
banyak hafalannya melainkan aku, karena sebelumnya aku
mendapatkannya dari rombongan musafir. Kaumku pun
memajukan aku di hadapan mereka untuk mengimami
mereka, padahal saat itu usiaku masih enam atau tujuh
tahun. Saat mengimami mereka aku mengenakan pakaian
yang pendek. Bila aku sujud, pakaian itu terangkat dari
bagian bawah tubuhku. Seorang wanita dari kampung (yang ikut shalat bersama jamaah) lalu berkata, “Tidakkah kalian menutupkan dari kami pantat pembaca Al-Qur’an kalian itu?”
Kaumku lalu membelikan untukku pakaian dan mereka
pakaikan kepadaku. Tidaklah aku bergembira memperoleh
sesuatu sebagaimana gembiraku mendapat pakaian
tersebut.” (HR. Al-Bukhari) –pen.

📤 http://asysyariah.com/hafalan-al-quran-untuk-anak-kecil/

📮Dipublikasikan ulang oleh:
🌸Majmu'ah RA🌸

Contoh Jadwal Belajar Sederhana

🎀Contoh JADWAL BELAJAR
bersama Ananda Usia Pra TK:🎀

Jika Antuna mempunyai anak usia pra tk, sekitar umur 3,5 - 4th, Antuna dapat mengajari mereka contoh jadwal belajar sbb:

🔗🔗🔗🔗🔗🔗🔗🔗🔗🔗

📚Membaca AISM
📚Membaca Al Qiro'atu lil Athfaal
📚Menghafal Alfatihah dan juz 30 serta muraja'ah

🔗🔗🔗🔗🔗🔗🔗🔗🔗🔗🔗

Jadi, usahakan dalam 1 hari kita menyempatkan sekitar 30 menit- 1jam untuk Ananda.

Alokasi waktu 1 jam (60 menit) dapat dibagi lagi, misal:
Membaca Aism 10 menit, membaca qiro'ah 10 menit, menghafal 10 menit, bahkan ini hanya 30 menit!! Maa syaa Allah...

⏰1 jam untuk didepan layar hp adalah waktu yang sebentar..
⏰1 jam untuk berbincang-bincang dengan kawan ditempat taklim adalah waktu yang kurang
⏰Sungguh, 1 jam yg berharga, yang tak berat sebenarnya, yang butuh sebuah keseriusan kita untuk istiqamah, 1 jam untuk belajar dengan sikecil... 1 jam inilah yang kita harapkan nantinya menjadi 'ilmun naafi'.. 
👉inilah sebenarnya investasi besar, ladang pahala, kita berharap agar mereka menjadi Anak Sholih...

🌷🍃Ummahat fillaah,
mari bersemangat membimbing mereka dirumah,
Yang sudah menerapkan belajar dirumah.. tambahlah semangat Antuna,
Yang belum pernah, maka tak ada kata terlambat..

🌸Buatlah suasana belajar senyaman mungkin..🌸

Ingatlah kembali...
Bahwa ibu adalah sekolah pertama,
Bahwa kita mempunyai kewajiban besar mentarbiyah mereka.. selain tarbiyah akhlakul karimah, maka inipun termasuk bagian dari tarbiyah ..

Baarokallahufiikunna,
Semoga Allah memudahkan kita -Ummahat- untuk mentarbiyah putra/i kita diatas tarbiyah sunnah, 'ala fahmi salafil ummah,

أختكم في الله

أم عبد الله ناجبة

🌸Wa. RA🌸


🎀Jadwal Belajar Usia Tk: (4-5 th)🎀

📚Muraja'ah pelajaran sekolah
📚Menghafal Al Qur'an
📚Muraja'ah hafalan Al Qur'an

Ket:
🎀Untuk memuraja'ah pelajaran sekolah, Antuna dapat melihat buku komunikasi, buku panduan kurikulum tk dan buku panduan belajar terkait misal materi Aqidah, Fiqih, Akhlak dll

🎀Untuk Hafalan Al Qur'an, maka meneruskan program yang telah lalu: jika di usia pra tk sudah hafal sampai surat Al Balad misalnya, maka tinggal meneruskan saja..

🎀Adapun muraja'ah maka kita sesuaikan dengan jumlah hafalan, semakin banyak hafalan anak maka semakin banyak muraja'ahya..
Jangan kita fokus menambah hafalan anak tapi melalaikan muraja'ah, ini sebuah kekeliruan,.
Sebagaimana sabda Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam:

“Biasakanlah untuk terus membaca Al-Qur’an,
karena demi Dzat yang jiwa Muhammad berada
di tangan-Nya, sungguh dia (bacaan/hafalan Al-
Qur’an) itu lebih cepat lepas/hilangnya daripada
unta dari tali pengikat kakinya.”
(HR. Al-Bukhari dan Muslim dalam Shahih keduanya)

🌸Wa. RA🌸